"Ada gerakan sistematis untuk hadapkan antar agama dan antar budaya. Ini dulu dikenal dengan pertentangan antar kelas yang dibawa oleh komunis," kata Rachmawati di UBK, Jakarta Pusat, Kamis (17/8).
Lihat juga:Amien Rais: Ada Siluman Pecahkan Kita |
Anak Presiden Soekarno itu melihat perpecahan bukan hanya terjadi antar agama atau budaya. Tapi juga terjadi di ranah politik Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip perkataan ayahnya, Rachmawati mengatakan bahwa kemerdekaan hanya sebagai jembatan emas. Dengan jembatan emas itulah seharusnya Indonesia membangun masyarakat yang adil, makmur, sejahtera dan diridhoi Allah.
"Kita harus bangun jiwa raga untuk mempertahakan bangsa kita. Tidak bisa hanya TNI dan lain-lain tanpa bahu-membahu dengan rakyat untuk pertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.