Jelang Idul Adha, Hewan Kurban Jakarta Belum Ada yang Sakit

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Rabu, 23/08/2017 18:51 WIB
Jelang Idul Adha, Hewan Kurban Jakarta Belum Ada yang Sakit Jelang Idul Adha 1438 Hijriah, hewan kurban Jakarta belum ada yang sakit. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Kelautan, Pertanian, Ketahanan Pangan (KPKP) Provinsi DKI Jakarta menyatakan, hingga kini pihaknya belum menemukan hewan kurban yang terjangkit sakit parah jelang perayaan Idul Adha 1 September 2017 mendatang.

Kepala Dinas KPKP Darjamuni menyebut, pihaknya baru memantau langsung ke dua ribu tempat penjualan hewan kurban di beberapa lokasi di Jakarta.

"Kita sudah turun dari H-10, kita update terus. Melibatkan UPT (Unit Pelaksana Teknis), Suku Dinas, Kementerian Pertanian," kata Darjamuni di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (23/8).


Dari hasil pantauan tersebut, hanya ditemukan hewan kurban yang sakit mata dan 50 ekor yang tidak memenuhi persyaratan karena belum cukup umur, yakni dua tahun.

Pengecekan meliputi cek darah, cek visual dari pemeriksaan mata dan stres, cek diare. Pada hari H nanti, sejumlah petugas dari Fakultas Kedokteran Hewan, Instititut Pertanian Bogor (IPB) juga dikerahkan untuk memeriksa.
"Kalau bagian dalam, seperti cacing hati atau segala macam, di saat pemotongan nanti tanggal 1 September itu baru ketahuan," kata Darjamuni.

Jika nanti ditemukan cacing pada hati hewan kurban, ia menambahkan, hati tersebut harus dimusnahkan namun bagian daging lainnya masih bisa dikonsumsi.

Agar masyarakat mengonsumsi daging hewan yang sehat, Darjamuni mengimbau masyarakat membeli hewan kurban di tempat penjualan hewan yang sudah ditempel stiker Dinas KPKP DKI Jakarta.

Terkait harga penjualan, Darjamuni mengaku belum bisa mengendalikan karena ada beberapa pembeli golongan kelas atas yang rela membayar berapapun sapi atau kambing kualitas premium karena dianggap prestise.

Meski begitu, pihaknya terus memantau harga batas atas dan batas bawah hewan kurban tersebut.
"Kita juga bukan menentukan, ya, kita hanya pantau saja. Tapi kita targetkan Rp55.000 sampai Rp60.000 per kilogram untuk sapi hidup. Kalau kambing, enggak," ujarnya. (djm/djm)