Kasus Korupsi Beasiswa Mahasiswa Papua Naik ke Penyidikan

sur, CNN Indonesia | Kamis, 31/08/2017 13:21 WIB
Kasus Korupsi Beasiswa Mahasiswa Papua Naik ke Penyidikan Gubernur Papua Lukas Enembe meminta kepolisian menunda pemeriksaan terkait dugaan korupsi beasiswa mahasiswa Papua, hari ini. (CNN Indonesia/Arby Rahmat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri meningkatkan status kasus dugaan korupsi penggunaan anggaran pendidikan berupa beasiswa untuk mahasiswa Papua pada tahun anggaran 2016 ke tahap penyidikan.

Kepala Subditektorat V Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Komisaris Besar Indarto mengatakan, penyidik meningkatkan status ini ke tahap penyidikan pada pekan lalu.

"Sekarang sidik (penyidikan), yang dulu lidik (penyelidikan)," kata Indarto saat dikonfirmasi, Kamis (31/8).
Menurutnya, penyidik telah memeriksa sekitar 15 orang saksi terkait kasus yang proses penyelidikannya dimulai sejak 16 Agustus 2017, berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor Sprin.Lidik/73/VIII/2017/Tipidkor.


"Untuk yang diklarifikasi sekitar 15 orang, sekarang posisinya sudah ditingkatkan ke penyidikan," ujar Indarto.

Dia menyampaikan, Gubernur Papua Lukas Enembe meminta kepolisian menunda pemeriksaan dirinya. Padahal, penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Lukas sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penggunaan beasiswa untuk mahasiswa Papua pada hari ini.
Namun begitu, menurut Indarto, Lukas telah mengonfirmasi akan datang memenuhi panggilan penyidik pada Senin (4/9) mendatang. Lukas mangkir pada panggilan pemeriksaan sebelumnya, Selasa (22/8).

"Tidak (datang), namun sudah konfirmasi akan datang Senin depan," tuturnya.

Penyelidikan kasus tindak pidana korupsi beasiswa untuk mahasiswa Papua tahun anggaran 2016 dimulai sejak 16 Agustus 2017. Dalam kasus ini, penyidik Bareskrim telah memeriksa setidaknya sepuluh pejabat di Papua, termasuk Direktur Operasional Bank Papua.