Menerka Nasib Aris Budiman di KPK Usai Konflik dengan Novel

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Sabtu, 02/09/2017 14:49 WIB
Menerka Nasib Aris Budiman di KPK Usai Konflik dengan Novel Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, pihaknya akan mendiskusikan di internal tentang nasib Aris Budiman di KPK. Terutama usai Aris dinilai berbuat ulah. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Publik dibuat kaget dengan perlawanan Brigadir Jenderal Pol Aris Budiman kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini. Selain hadir ke Pansus Hak Angket, Direktur Penyidikan KPK itu juga membeberkan perpecahan di internal lembaga antirasuah tersebut.

Tak cuma itu, Aris juga melaporkan penyidik senior KPK, Novel Baswedan dengan dugaan pencemaran nama baik. Karena ulahnya itu, banyak pihak mengecam dan meminta KPK memecat Aris.

Ketua KPK Agus Rahardjo belum mau banyak bicara soal nasib Aris di KPK. Apakah akan dicopot dari jabatannya sebagai Dirdik, dikembalikan ke Polri, atau tetap menjabat.
Menurut Agus, soal Aris akan didiskusikan lebih dulu dengan para komisioner lain serta internal KPK. "Saya belum tahu. Akan kami diskusikan di dalam," ujar Agus di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (2/9/).


Sekali pun diganti, lanjut Agus, kemungkinan yang mengisi posisi Dirdik tetap yang berlatar Polri. Karena, sudah dari dulu, jabatan penting di bagian penindakan KPK itu diisi oleh anggota Korps Bhayangkara.

"Dari dulu memang (diisi) Polri," ujar mantan Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) tersebut.
Dirdik KPK, Aris Budiman beberapa waktu lalu membeberkan perpecahan di internal KPK sewaktu menghadiri rapat Pansus Hak Angket KPK. Dia mengungkapkan ada friksi antara kelompoknya dengan geng Novel baswedan.

Friksi dengan geng Novel dimulai ketika rekrutmen Kepala Satuan Tugas Penyidikan. Aris menginginkan calonnya berasal dari Polri, sementara Novel tidak setuju dan melayangkan protes lewat email.

Sejak itu, hubungan keduanya memanas. Kelompok penyidik di bawah komando Aris tak pernah akur dengan geng penyidik pimpinan Novel.
Friksi itu berlanjut, ketika Aris melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya dengan dugaan pencemaran nama baik Minggu (13/8) lalu. Aris merasa dihina dan dicemarkan nama baiknya lewat email protes yang dilayangkan Novel soal rekrutmen Kepala Satgas Penyidikan.

Tak cuma itu, Aris juga membeberkan, bagaimana pengaruh Novel di KPK. Kata Aris, Novel begitu powerfull di KPK layaknya komisioner. Saking berpengaruhnya, Novel bahkan bisa mengubah arah kebijakan pimpinan KPK. (osc/osc)