Mendagri Segera Ganti Wali Kota Tegal Siti Usai Diciduk KPK

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Rabu, 30/08/2017 10:46 WIB
Mendagri Segera Ganti Wali Kota Tegal Siti Usai Diciduk KPK Mendagri mengatakan, posisi Siti Mashita sebagai Wali Kota Tegal bisa digantikan oleh Pelaksana Tugas Wali Kota. Penunjukan Plt Wali Kota usai KPK mengumumkan resmi hasil OTT. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku kenal dengan Siti Mashita Soeparno, Wali Kota Tegal yang tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (28/9). Tjahjo mengaku kenal dekat dengan Siti sebelum perempuan itu menjadi kepala daerah di Tegal.

Ia tidak menyangka Siti akan terlibat kasus korupsi dan terkena OTT KPK. Setelah ditangkap, posisi Siti sebagai Wali Kota terancam digantikan pelaksana tugas. Penunjukkan Plt Wali Kota Tegal akan dilakukan usai pengumuman resmi ihwal penahanan Siti dari KPK.

"Segera Kemendagri menunjuk Wakil Wali Kota Tegal sebagai Plt agar jalannya pemerintahan di pemkot tetap berjalan seperti biasa. (Keputusan) menunggu pengumuman resmi KPK dulu," ujar Tjahjo melalui pesan singkat kepada wartawan, Rabu (30/8).
Tjahjo juga menyayangkan dugaan perbuatan Wali Kota Tegal Siti sampai ditangkap KPK. Dia [un memberi wejangan kepada siapapun, khususnya para penyelenggara negara di daerah agar tak seperti Siti.


Dalam wejangannya, Tjahjo mengingatkan agar manusia tidak berlebihan menginginkan sesuatu. Keinginan berlebih yang dimiliki manusia dianggap akan mempermudah individu terkait melanggar tata aturan dan norma.

"Siapapun yang terlalu besar melik (bahasa Jawa yang artinya keinginan berlebihan) akan sesuatu ia akan mudah melanggar tata aturan dan norma. Melik berbeda dengan keinginan. Melik bersifat lebih keras, lebih parah, dan jika sudah terpaksa, orang yang memiliki melik akan melakukan cara apapun," kata Tjahjo.
Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu berkata, orang yang memiliki melik akan terdorong hasratnya untuk mencuri. Segala hal bisa dihalalkan untuk memenuhi meliknya tersebut.

Hati individu yang memiliki keinginan berlebihan juga dipandang lebih hawa nafsu. Selain itu, rasa kemanusiaan diyakini lenyap dari pribadinya.

"Yang dikejar cuma satu, yaitu bagaimana agar yang diinginkan itu secepatnya dapat diraih. Jika sudah pada posisi demikian, tidak mengherankan bila ia seolah-olah kerasukan kojur tenan. Meminta juga tidak merasa malu, mencuri juga boleh. Segala cara dihalalkan," tuturnya
Tim Satgas KPK menangkap Wali Kota Tegal, Siti Mashota Soeparno bersama sejumlah orang lain di tiga kota berbeda, Selasa (29/8). Siti yang juga kader Partai Golkar itu diduga menerima suap terkait proyek infrastruktur di Pemerintahan Kota Tegal.

Selain menangkap Siti dan pihak lainnya, Tim Satgas KPK juga mengamankan uang ratusan juta rupiah sebagai barang bukti dugaan suap.

"Ada sejumlah uang diamankan, ada ratusan juta rupiah. Tentu sesuai kewenangan KPK kami amankan terkait indikasi transaksi oleh penyelenggara negara (Wali Kota Tegal) dan unsur swasta juga," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (29/8).