FPI Jateng: Aksi Dekat Borobudur Hanya Doa dan Galang Dana

Damar Sinuko, CNN Indonesia | Kamis, 07/09/2017 05:47 WIB
Koordinator FPI Jateng sebuti solidaritas untuk etnis Rohingya di masjid dekat Borobudur hanya akan berupa ibadah seperti doa & salat gaib, tanpa demo. Ilustrasi aksi FPI. (CNN Indonesia/Lalu Rahadian)
Semarang, CNN Indonesia -- Kelompok Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah menjamin aksi solidaritas Rohingya yang akan digelar di dekat kawasan Candi Borobudur bukanlah aksi demonstrasi, tapi lebih pada aksi doa bersama dan penggalangan dana untuk warga etnis Rohingya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Koordinator FPI Jawa Tengah Kyai Sihabudin menyikapi perkembangan kekhawatiran yang akan muncul pada aksi solidaritas pada 8 September 2017 yang akhirnya dipindahkan ke Masjid An-Nur yang berada di komplek kantor Pemkab Magelang, tak jauh dari Borobudur.

"Saya tegaskan ini bukan aksi demo, tidak ada orasi. Yang ada sambutan Panitia Penyelenggara yang menyapa umat Muslim di Masjid,” kata Sihabudin di Semarang, Rabu (6/9).


Lebih lanjut Sihabudin menambahkan rangkaian acara yang ada berisi kegiatan ibadah seperti doa bersama, sholat gaib, dan istighosah.

"Isi acaranya hanya doa, sholat dilanjut istigosah bersama. Jadi bukan aksi demo, yang disertai orasi dan poster serta spanduk,” ujar Sihabudin yang juga pengasuh Ponpes Al Hadits Wonoboyo di Temanggung.

Seperti diketahui,  Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono memberikan pernyataan keras melarang kegiatan aksi solidaritas Rohingya di kawasan Candi Borobudur, tak terkecuali di Masjid An-Nur yang ditunjuk sebagai lokasi alternatif berkumpulnya massa dari sejumlah elemen kelompok Islam.

Candi Borobudur merupakan aset bangsa dan negara Indonesia yang telah dijadikan sebagai situs warisan dunia yang tidak ada hubungannya dengan Myanmar.

Sementara untuk larangan aksi di Masjid An-Nur, Polisi lebih menempatkan fungsi Masjid sebagai tempat ibadah, bukan sebagai aksi demonstrasi atau aksi yang disertai orasi.

"Kalau Borobudur jelas sejak awal kita sampaikan kalau tidak ada kaitan dengan Myanmar dan merupakan obyek vital yang harus dilindungi. Sedangkan larangan di Masjid An-Nur, juga sudah jelas fungsi Masjid adalah tempat ibadah, bukan untuk aksi. Sebaliknya, kalau kegiatan yang dilakukan itu berupa doa atau sholat, akan kita amankan", ujar Condro usai melakukan Rapat Kordinasi dengan Asisten Operasi Polri Irjen M.Iriawan dan Direktur Keamanan Khusus Baintelkam Polri Brigjen Rudi Pranoto, Selasa (5/9).

FPI Jateng: Aksi dekat Borobudur Hanya Doa dan Galang DanaKapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Condro Kirono (kiri) usai melakukan rapat kordinasi dengan Asisten Operasi Polri Irjen Polisi M.Iriawan (kanan) di Mapolda Jawa Tengah, Semarang, 5 September 2017. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)

Dari hasil Rapat Kordinasi yang digelar Polda Jawa Tengah dan Mabes Polri, pengamanan untuk aksi Rohingya di kawasan Candi Borobudur akan melibatkan personil Polri sebanyak 3000 personil. Jumlah inipun akan bisa ditambah dari personil Mabes Polri yang telah menyiagakan 5 Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, yang siap untuk diberangkatkan.