logo CNN Indonesia

Polda Jatim Periksa Para Saksi Sebelum Panggil Yusuf Mansur

, CNN Indonesia
Polda Jatim Periksa Para Saksi Sebelum Panggil Yusuf Mansur
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur masih menyelidiki laporan dugaan penipuan dan penggelapan berkedok investasi Kondominium Condotel Moya Vidi yang melibatkan terlapor Jam'an Nur Chotib atau Ustaz Yusuf Mansur.

Pihak kepolisian telah meningkatkan status laporan tersebut ke tingkat penyidikan dan memastikan Yusuf Mansur akan diperiksa usai meminta keterangan para saksi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan, penyidikan merupakan tahapan dari penyelidikan suatu kasus yang dilaporkan.

"Tidak semua penyidikan itu sebagai tersangka," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/9).
Frans mengatakan terlapor yang diperiksa akan menjadi saksi lebih dulu. Jika telah dicocokkan dan tidak ditemukan unsur pidana seperti yang dituduhkan, laporan tersebut bisa dihentikan.

Dalam perkara itu, Frans meminta sejumlah pihak untuk bersabar lantaran masih dilakukan tahapan pemeriksaan. Sejauh ini polisi baru memeriksa satu saksi yakni pelapor, Sudarso Arif Bakuma.

"Banyak hal yang harus diperiksa, yang diperiksa saja baru satu itu pelapornya," ucapnya.

Menurut Frans, proses penyidikan terhadap kasus yang dilaporkan kepada Yusuf Mansur akan berangsur lama. Dia menuturkan usai semua saksi dan barang bukti sudah terkumpul, maka Yusuf Mansur akan diperiksa sebagai terlapor.

Yusuf Mansur telah dilaporkan sejumlah jamaahnya di Surabaya yang merasa tertipu setelah menyumbangkan hartanya untuk investasi proyek pembangunan Kondominium Condotel Moya Vidi di Yogyakarta. Yusuf Mansur pun memberi istilah pada proyek itu sebagai investasi sedekah.
Sejak 2012, Yusuf Mansur disebut gencar mengajak jamaah pengajiannya untuk berpartisipasi dalam investasi sedekah itu. Sejumlah keuntungan pun menjadi iming-iming Yusuf Mansur kepada jamaahnya. Namun proyek tersebut tidak pernah terealisasi hingga sekarang.

Sudarso yang juga sebagai kuasa hukum korban sebelumnya menilai ditingkatkannya status perkara ke tahap penyidikan karena polisi melihat adanya unsur pidana.

"Kami memang sudah dikabari dan mendapat surat dari Polda Jatim bahwa perkara yang sudah kami laporkan sudah dilakukan gelar perkara dan ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan pada 4 Agustus," ujarnya, Jumat lalu.

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video