Hal itu disampaikan oleh Reza Muharam dari International People’s Tribunal (IPT) 65 dalam jumpa pers di LBH Jakarta. Pernyataan sikap itu dilakukan sejumlah elemen sipil lainnya menyikapi dibatalkannya Seminar Sejarah ‘Pengungkapan Kebenaran Sejarah 1965/66’ pada pagi ini.
“Kalau itu dibungkam dan dibiarkan merajalela…,” kata Reza seperti tampak dalam tayangan Facebook Live akun aktivis HAM Harry Wibowo sore ini, “Saya tidak tahu lagi keseriusan pemerintahan Jokowi.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, polisi akhirnya membatalkan seminar sejarah peristiwa 1965 pada pagi tadi dengan alasan acara itu tak memiliki izin. Koordinator Acara Bonnie Setiawan menuturkan acara itu adalah bersifat internal sehingga tak memerlukan izin dari aparat keamanan.
“Hari ini demokrasi sudah mati,” katanya dalam acara yang sama.
Diketahui, polisi tak mengizinkan para peserta yang mau mengikuti seminar sejarah ‘Pengungkapan Kebenaran Sejarah 1965/66’ di LBH Jakarta, kawasan Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat.
“Karena tak ada pemberitahuan maka acara itu tak boleh. Karena tak boleh maka peserta tak boleh masuk gedung,” kata Bonnie. (asa)