LBH Jakarta Pesimis Pemprov DKI Bisa Bantu Perbaikan Gedung

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Selasa, 19/09/2017 05:49 WIB
LBH Jakarta Pesimis Pemprov DKI Bisa Bantu Perbaikan Gedung Pihak LBH Jakarta pesimis Pemprov DKI bisa memberi bantuan terkait kerusakan Gedung LBH pasca perusakan dan penyerangan oleh ratusan orang pada dini hari tadi. (CNN Indonesia/Tiara Sutari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Advokasi Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Muhammad Isnur pesismis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa memberi bantuan terkait kerusakan Gedung LBH pasca perusakan dan penyerangan oleh ratusan orang pada dini hari tadi.

Isnur menyebut, jika tim LBH mengandalkan bantuan Pemprov DKI, bisa dipastikan Gedung LBH itu baru bisa dioperasikan kembali tiga sampai enam bulan mendatang.

"Tidak bisa nunggu bantuan Pemprov, lama pasti cairnya. APBD mereka saja belum selesai kan," kata Isnur di Gedung Komnas Perempuan, Jakarta, Senin (18/9).


Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terlalu lamanya gedung tersebut ditinggalkan, mulai besok Isnur bersama timnya akan membersihkan dan memperbaiki kerusakan. Dia juga akan membuka dana urunan, baik dari anggota LBH maupun masyarakat yang secara sukarela mau memberi bantuan.

"Besok gotong royong, Selasa seharian. Kursi, jendela, kaca semua yang rusak kita ganti. Dananya dari mana? Patungan saja. Tunggu pemprov tidak akan selesai-selesai," kata dia.

Dia juga meminta maaf kepada Masyarakat khususnya warga yang hendak menyampaikan aduannya kepada LBH, karena selama tiga hari hingga Rabu mendatang LBH belum bisa memberikan pelayanan maksimal.

"Ya kita minta maaf kepada masyarakat, sampai Rabu peyalanan belum bisa kita lakukan secara maksimal," kata dia.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat angkat suara terkait ini. Dia mengaku belum tahu sejauh mana kerusakan di Gedung LBH pasca kerusuhan itu.

Maka, pihaknya juga belum bisa menaksir bantuan dana yang bisa diberikan. Sebab LBH pun hingga saat ini belum menyampaikan laporan kerusakannya itu.

"Saya belum tahu kerusakannya seperti apa. kalau dia mengajukan (anggaran), akan kita lihat seperti apa (kerusakannya)," kata Djarot.

Kericuhan terjadi di depan Kantor LBH Jakarta lantaran diadakannya kegiatan apresiasi seni LBH. Semalam sebelumnya beredar undangan gelaran 'Asik-Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi'.

Acara dimulai pukul 16.00 WIB dan berakhir 21.00 WIB. Usai acara, peserta tak bisa pulang karena kepungan massa.

Massa aksi menolak kegiatan di gedung tersebut yang dituding sebagai aksi mendukung kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ideologi komunisme. Massa yang mengepung kantor YLBHI mencapai ratusan orang sebelum akhirnya terjadi perusakan dan bentrok dengan aparat kepolisian.