Isnur menyebut, jika tim LBH mengandalkan bantuan Pemprov DKI, bisa dipastikan Gedung LBH itu baru bisa dioperasikan kembali tiga sampai enam bulan mendatang.
"Tidak bisa nunggu bantuan Pemprov, lama pasti cairnya. APBD mereka saja belum selesai kan," kata Isnur di Gedung Komnas Perempuan, Jakarta, Senin (18/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Besok gotong royong, Selasa seharian. Kursi, jendela, kaca semua yang rusak kita ganti. Dananya dari mana? Patungan saja. Tunggu pemprov tidak akan selesai-selesai," kata dia.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat angkat suara terkait ini. Dia mengaku belum tahu sejauh mana kerusakan di Gedung LBH pasca kerusuhan itu.
Maka, pihaknya juga belum bisa menaksir bantuan dana yang bisa diberikan. Sebab LBH pun hingga saat ini belum menyampaikan laporan kerusakannya itu.
Kericuhan terjadi di depan Kantor LBH Jakarta lantaran diadakannya kegiatan apresiasi seni LBH. Semalam sebelumnya beredar undangan gelaran 'Asik-Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi'.
Acara dimulai pukul 16.00 WIB dan berakhir 21.00 WIB. Usai acara, peserta tak bisa pulang karena kepungan massa.
Massa aksi menolak kegiatan di gedung tersebut yang dituding sebagai aksi mendukung kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ideologi komunisme. Massa yang mengepung kantor YLBHI mencapai ratusan orang sebelum akhirnya terjadi perusakan dan bentrok dengan aparat kepolisian.