AHY Dukung Nobar Film G-30S/PKI

Ramadhan Rizki Saputra , CNN Indonesia | Rabu, 20/09/2017 18:51 WIB
AHY Dukung Nobar Film G-30S/PKI
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI) Agus Harimurti Yudhoyono mendukung pemutaran film Penumpasan Pengkhianatan G-30S/PKI yang rencananya dilakukan sejumlah pihak seperti TNI dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Menurutnya, film tersebut masih relevan agar generasi mendatang tak melupakan realita sejarah.

Agus menegaskan jangan sampai ingatan tentang sejarah Indonesia dilupakan meski itu merupakan bagian paling kelam dalam perjalanan Indonesia sebagai bangsa dan negara.

"Setiap bangsa pasti memiliki sejarah yang gemilang dan ada sejarah yang gelap. Setiap sejarah suatu bangsa jangan dianggap tidak ada. Jangan sampai anak cucu kita tidak mengetahui sejarah di balik peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober," kata Agus saat konfrensi pers di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/9).
Agus juga membandingkan kondisi sekolah di Indonesia dengan sekolah-sekolah yang ada Amerika Serikat, khususnya dalam pembelajaran sejarah. Kurikulum sekolah dasar di negeri Paman Sam tak takut untuk mengajarkan sejarah kelam bangsanya.

"Di tempat kuliah saya dulu di Amerika, anak-anak kecil tingkat sekolah dasar diajarkan tentang sejarah perang sipil bangsanya, mereka tak menghilangkan realita sejarah," ujarnya.

Meski mendukung pemutaran film tersebut, anak sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu memberi catatan bahwa pembahasan mengenai sejarah bangsa harus memberikan dampak positif terhadap kemajuan bangsa. Jangan sampai bangsa ini terbiasa melihat ke belakang untuk kemudian berusaha membangkitkan lagi paham komunisme di Indonesia.
"Pembahasan mengenai peristiwa G-30S/PKI harus menjadi pengingat agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. Jangan pembahasan hal tersebut digunakan untuk menuduh-nuduh, mencari siapa yang salah dan siapa yang benar," katanya.

Sebelumnya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memerintahkan agar pihaknya memutar kembali film Penumpasan Pengkhianatan G-30S/PKI. Gatot ingin para prajurit TNI menonton bareng film tersebut.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini menjelaskan, pemutaran film itu berguna agar para generasi muda, khususnya para prajurit TNI untuk mengetahui sejarah bangsa Indonesia.
"Saya tidak berpolemik dan hanya meneruskan sejarah yang terjadi saat itu kepada generasi muda," kata Gatot dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (18/9).

Gatot juga berharap pemutaran film G 30 S/PKI tersebut tidak akan menimbulkan provokasi pada pihak-pihak tertentu.

"Dengan menyaksikan Film G 30 S/PKI, hendaknya jangan sampai terprovokasi dan terpengaruh. Untuk itu, mari kita meningkatkan persatuan dan kesatuan supaya tidak terulang lagi peristiwa yang menyedihkan itu," ujar Gatot.