"Saya nggak ada komentar, saya mau ada rapat," kata Airlangga usai menghadiri rapat koordinasi teknis (Rakornis) Korbid Kepartaian Golkar di kawasan Slipi, Jakarta, Kamis (28/9).
Menteri Perindustrian itu memang santer disebut bakal menggantikan Setya Novanto. Airlangga sendiri juga pernah bertarung melawan Novanto saat musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) 2016 lalu di Bali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadir pula Ketua Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa, anggota pansus Misbakhun, Ketua Forum Silaturahmi DPD I Ridwan Bae hingga para pengurus DPD I tingkat provinsi.
"Bukan, itu saya kan mengamalkan salah satu asas-asas Partai Golkar. Itu bagian dari persahabatan, pertemanan. Bukan cuma di sini," kata Nurdin.
Rakornis ini menjadi ajang konsolidasi untuk menghadapi gelaran Pilkada 2018 dan Pileg 2019. Agenda ini berlangsung di tengah rekomendasi permintaan nonaktif Setya Novanto dan penunjukan pelaksana tugas ketua umum.
"Sekarang ini sudah lampu kuning, karena begini waktu pemilu 2014 itu di 2012 survei Partai Golkar berada di kisaran 20, 21, 22 persen equal-nya itu 14, sekian persen," katanya.
Sedangkan, menurutnya, survei saat ini menunjukan elektabilitas Golkar berada di angka 11 persen dan bahkan ada yang di angka 7 persen.
"Ini berbahaya, bisa tidak lolos di parliemantary threshold. Itulah kemudian saya menggugah mereka, bahwa mereka harus bangkit," ujarnya.