Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan, penundaan itu karena Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie akan menggelar nonton bareng film G30S/PKI di aula Kantor DPP Partai Golkar. Sehingga kebutuhan ruangan untuk rapat pleno tidak terpenuhi.
"Tadi malam, dewan pembina nelpon saya bahwa ada acara di situ (DPP), bagaimana bisa rapat pleno? Sehingga diundur ke tanggal 2 Oktober. Tanggal 2 malam, Insya Allah apapun yang terjadi, DPP Golkar rapat pleno," kata Nurdin di kawasan Slipi, Jakarta, Jumat (29/9).
Dihubungi terpisah, Ketua Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Partai Golkar Yorrys Raweyai menambahkan, penundaan rapat pleno bukan karena menunggu hasil putusan praperadilan Novanto yang rencananya akan diputuskan hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada pengaruhnya. Ini kami pleno hanya menyampaikan rekomendasi yang sudah dibuat, dikaji DPP," katanya.
Rekomendasi itu berkaitan hasil tim kajian elektabilitas yang menunjukan tren penurunan cukup signifikan yang dialami Golkar, salah satunya karena tersandera kasus e-KTP dengan Setya Novanto sebagai tersangka.
Nasib Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), akan ditentukan pada sidang putusan praperadilan yang akan berlangsung hari ini.
Bersamaan dengan itu, DPP Partai Golkar juga akan menggelar rapat pleno yang bakal membahas jawaban Novanto terkait rekomendasi permintaan nonaktif dan penunjukan pelaksana tugas ketua umum.
Namun, hingga kini Novanto diketahui masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Premier Jatinegara akibat penyakit jantung yang diidapnya. Selain jantung, Novanto juga diketahui mengidap penyakit vertigo dan ginjal.