"Tetap evaluasi. Seperti saya bilang seberapa jauh pengaruh e-KTP ini terhadap kinerja partai, khususnya elektabilitas dan popularitas," kata Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid di kawasan Slipi, Jakarta, Kamis (28/9).
Nurdin menegaskan, proses politik yang saat ini terjadi di Golkar tidak berkaitan dengan proses hukum praperadilan yang tengah dijalani Novanto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, membentuk tim advokasi yang menjelaskan pada kader Golkar dan masyarakat, bahwa tidak ada hubungan antara e-KTP dan Partai Golkar. Ketiga, mengambil langkah-langkah politik di DPR.
Nurdin juga memastikan, dalam rapat pleno besok akan membahas sanksi para pengurus atau kader yang menjadi tersangka kasus e-KTP, termasuk Novanto.
"Seluruh struktur partai yang bersedia menjadi pengurus ada pakta integritas, besok rapat akan didiskusikan seberapa jauh kita menerapkan pakta integritas itu secara resmi," ujar Nurdin.
Praperadilan ini bersamaan dengan keluarnya hasil rekomendasi tim kajian elektabilitas internal Golkar yang menunjukkan ada penurunan suara partai di tengah masyarakat.