Membludak, Pemprov Bali Pulangkan 75 Pengungsi Gunung Agung

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Jumat, 29/09/2017 20:33 WIB
Membludak, Pemprov Bali Pulangkan 75 Pengungsi Gunung Agung Pemprov Bali memulangkan 75 pengungsi Gunung Agung karena membludak. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Bali, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memulangkan 75 ribu pengungsi dari 51 desa yang masuk ke dalam zona aman dari ancaman letusan Gunung Agung. Hal tersebut dilakukan lantaran jumlah pengungsi terus bertambah, bahkan sudah lebih dari 144 ribu pengungsi.

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengatakan, dari 78 desa yang ada di Kabupaten Karangasem, hanya 27 desa saja yang masuk ke dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung.

"27 desa yang berpotensi terkena awan panas dan lahar jika Gunung Agung meletus, dengan jumlahnya sekitar 70 ribu jiwa pengungsi", ucap Pastika dalam keterangan tertulis kepada awak media, Jumat (29/9).


Dari 27 desa yang berpotensi terdampak tersebut, Pemprov Bali memperkirakan jumlah warga yang harus mengungsi sebanyak 70 ribu orang. Namun, jumlah pengungsi membludak lantaran warga yang tinggal di daerah aman juga ikut mengungsi.

"Ada kelebihan lebih dari 75 ribu pengungsi yang berasal dari 51 desa yang aman yang ikut mengungsi. Tidak ada alasan bagi yang berasal dari desa aman untuk mengungsi," tutur Pastika.
Menurut dia, warga daerah aman yang ikut mengungsi justru menimbulkan beban. Yakni, beban bagi yang menerima pengungsi dan beban bagi pengungsi yang meninggalkan rumahnya.

Di sisi lain, Pastika juga telah memerintahkan bupati dan wali kota segera membuatkan kartu identitas pengungsi seperti Kartu Keluarga (KK) yang ditandatangani kepala desa sebagai kartu hak untuk pengungsi.

Nantinya, dalam tujuh hari ke depan, pemda akan mengindentifikasi warga yang perlu untuk mengungsi ataupun yang tidak perlu.

Pastika, juga telah menunjuk beberapa koordinator untuk melakukan koordinasi terkait penyaluran bantuan kepada para pengungsi.

"Koordinator lapangannya adalah Keliang Banjar (aparat desa). Kordesnya adalah Kepala Desa sehingga jalur komandonya jelas karena menggunakan aparat desa," ujarnya.
Tak hanya memulangkan pengungsi yang tinggal di daerah aman, Pastika juga memerintahkan para pegawai di Kabupaten Karangasem untuk kembali bekerja.

"Yang ikut mengungsi agar kembali ke posnya kecuali jika kantornya berada di salah satu 27 desa itu. Bagi yang kantornya di daerah berbahaya harus berkantor di Kantor Bupati. Bagi pegawai yang tidak kembali ke posnya maka gajinya tidak dibayarkan," kata Pastika.

Agar dana yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi bisa mencukupi, Pastika juga memerintahkan untuk menghentikan segala kegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan situasi daruat yang saat ini sedang berjalan.

"Semua hal-hal yang tidak berhubungan langsung dengan kedaruratan dibatalkan agar uangnya dapat dipakai untuk kedaruratan, termasuk di provinsi. Tidak boleh ada yang bepergian ke luar negeri,” katanya menegaskan.
(djm/djm)