Polisi: Alat Bukti Lengkap, Berkas Jonru Ginting Rampung

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Rabu, 04/10/2017 18:51 WIB
Polisi: Alat Bukti Lengkap, Berkas Jonru Ginting Rampung Berdasarkan informasi penyidik, Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan polisi memasuki tahap pemberkasan kasus Jonru Ginting untuk dikirim ke Kejaksaan. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya sudah siap melakukan pemberkasan atas kasus tersangka dugaan ujaran kebencian, Jon Riah Ukur Ginting atau Jonru Ginting.

"Untuk kasus Jonru info dari penyidik tinggal pemberkasan nanti kami susun (berupa) jilid dan kirim ke Kejaksaan," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (4/10).

Argo mengatakan, pemeriksaan Jonru sudah selesai dilakukan walaupun pemeriksaan yang digelar Minggu (1/10) tak jadi karena kondisi kesehatan sang tersangka.


Argo mengatakan penyidik sudah merasa cukup bukti dari pemeriksaan yang dilakukan sejak Kamis (28/9) lalu.

"Penyidik sudah merasa cukup, ya berarti alat bukti sudah lengkap," ujar Argo.

Polisi Sudah di Tahap Pemberkasan Kasus JonruKabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono. (CNN Indonesia/Marselinus Gual)
Sementara itu Wadirkrimsus Polda Metro Jaya AKBP Ahmad Yusep mengatakan Jonru akan dikenakan pasal berlapis atas kasusnya tersebut.

Jonru yang kerap membagikan berita atau pandangannya di media sosial tersebut dikenakan Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45 Ayat 2 Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Dia juga diduga telah melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Tak hanya itu, polisi juga menjerat Jonru dengan Pasal 156 KUHP tentang Penghinaan Terhadap Suatu Golongan Tertentu dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.

Tak hanya itu, Yusep mengatakan, Jonru dapat dikenakan hukuman kumulatif karena melakukan perbuatan tersebut secara berulang.

"Di Facebook-nya banyak unggahan yang diduga ujaran kebencian," ujar Yusep.

Jonru dilaporkan Muannas Alaidid soal dugaan ujaran kebencian. Dia lalu ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya hingga saat ini.

Selain itu, Muannas melaporkan Jonru dengan tuduhan pencemaran nama baik terhadap dirinya. Laporan itu diterima dengan nomor LP/4157/IX/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 19 September 2017. Jonru juga dilaporkan M Rasyidin dengan tuduhan ujaran kebencian.
[Gambas:Video CNN]