Kronologi Senjata BNN Tertahan di Bandara Fatmawati Bengkulu

S. Yugo Hindarto, CNN Indonesia | Kamis, 05/10/2017 13:18 WIB
Kronologi Senjata BNN Tertahan di Bandara Fatmawati Bengkulu ilustrasi Senjata (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 10 paket berisi senjata dan amunisi milik Badan Narkotika Nasional (BNN) tertahan di Bandara Fatmawati, Bengkulu. Kini senjata itu dibawa ke Makorem 041 Garuda Mas, Bengkulu.

Menurut Kabag Humas BNN Sulistiandriatmoko, tertahannya senjata itu terjadi karena kesalahpahaman. Rencananya hari ini, BNN akan menyerahkan dokumen senjata-senjata itu ke Makorem 041.

"Senjata itu benar, senjata organik BNN. Dan itu didistribusikan ke BNNP Bengkulu. Sesuai arahan Kepala BNN, pegawai BNN akan dipersenjatai," kata Sulistiandriatmoko kepada CNN Indonesia.com, Kamis (5/10).


Paket senjata yang dikirimkan melalui Cargo Garuda Indonesia tersebut berisi senjata jenis Saiga-12CEXP-01 kaliber 18,3 MM jumlah 5 pucuk buatan Rusia. Kemudian pistol jenis CZ P-07 (Softgun) kaliber 22 mm sebanyak 21 buah. Sarung pistol jumlah 42 buah, dan rompi anti peluru 21 buah.

"Kami akan menjelaskan dokumen-dokumennya siang ini," kata dia.
Sulis menjelaskan kronologi kesalahpahaman soal senjata yang dianggap ilegal itu. Renacananya, kata Sulis, petugas BNN akan membawa senjata untuk BNNP Bengkulu dengan menggunakan pesawat komersial Garuda Indonesia.

"Namun, Garuda Indonesia menyarankan agar menggunakan Cargo. Akhirnya, Rabu (4/10), senjata dikirimkan melalui Cargo garuda Indonesia, tapi dokumen dibawa oleh pegawai yang melekat mengawal senjata menggunakan pesawat lain," kata Sulis.

Cargo pembawa senjata tiba terlebih dulu di bandara Fatmawati, sekitar pukul 08.45 WIB. "Petugas Cargo kemudian mencurigai paket itu karena tidak ada dokumen, dan melaporkannya ke Makorem. Sampai saat ini barang masih ditahan di Makorem," kata Sulis.

ketika itu, pegawai BNN yang membawa dokumen telah berupaya menjelaskan, namun senjata telah dievakuasi. "Siang ini, mungkin pejabat kami akan mencocokkan dokumen dengan fisik senjata," kata Sulis.

Pendistribusian senjata dari BNN ke BNNP Bengkulu merupakan amanat dari Kepala BNN Budi Waseso. "Kami juga telah mengirimkan senjata ke sejumlah provinsi, bukan hanya Bengkulu," katanya.