Sebanyak 15.000 Sapi Warga Gunung Agung Belum Diungsikan

Wishnugroho Akbar, CNN Indonesia | Jumat, 06/10/2017 09:35 WIB
Sebanyak 15.000 Sapi Warga Gunung Agung Belum Diungsikan Warga mengembalakan sapi di Desa Batu Dawa yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Gunung Agung, Karangasem, Bali, Senin (25/9). (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat proses evakuasi ternak sapi milik para pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, yang saat ini masih menyisakan sekitar 15 ribu ekor.

Sebelumnya, jumlah sapi yang berada di radius berbahaya diperkirakan sekitar 30 ribu ekor. Sekitar 10 ribu ekor sapi di antaranya telah dievakuasi oleh masyarakat secara mandiri dan ada juga yang dijual.

"Jumlah terakhir sekitar 15 ribu harus diturunkan (dievakuasi)," kata Kepala BNPB Willem Rampangilei di Pos Komando Penanganan Darurat Gunung Agung di Karangasem, Jumat (6/10), seperti dilansir dari Antara.
Evakuasi belasan ribu ternak milik pengungsi dilakukan bersama sejumlah instansi di antaranya Kementerian Pertanian, Dinas Peternakan, TNI, BPBD dan Pemkab Karangasem.


Kata Willem, Pemkab Karangasem mengupayakan untuk menyediakan lahan seluas sekitar 300 hektare di zona aman yang tersebar di beberapa titik untuk menampung ternak milik pengungsi.

Untuk kebutuhan pangan dan vaksin, BNPB bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.
Bantuan pangan dan vaksin untuk sapi telah disalurkan. Jenis bantuan di antaranya lima ton pakan konsentrat, 10 ribu dosis obat-obatan, pembangunan kandang, atap dan kelengkapannya, serta alat untuk identifikasi ternak.

Minim Truk Evakuasi

Kendala dalam evakuasi ternak yakni terbatasnya kendaraan yang ada untuk evakuasi mengingat tersedia sekitar 20 truk.

Willem mengatakan Kodim 1623 Karangasem berencana menambah truk dan tenaga untuk membawa ternak sapi turun dari Gunung Agung.
Penyediaan pakan ternak yang terbatas juga menjadi kendala, termasuk penyediaan kebutuhan konsentrat sapi untuk satu bulan yang diperkirakan sebanyak 1.200 ton. Saat ini, baru tersedia 60 ton konsentrat.

Begitu juga kebutuhan pakan hijau selama satu bulan yang diprediksi sekitar 15 ribu ton dan saat ini masih disediakan secara mandiri oleh para peternak.

[Gambas:Video CNN]