Polisi Lacak Keberadaan Mantan Presdir Allianz Life Indonesia

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Jumat, 06/10/2017 17:36 WIB
Polisi Lacak Keberadaan Mantan Presdir Allianz Life Indonesia Dirkrimsus Polda Metro Jaya menyatakan telah mengirimkan pula surat pemberitahuan ke Kedutaan Besar Jerman terkait pemeriksaan mantan bos asuransi Allianz, Joachim Wessling. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sedang berupaya melacak keberadaan mantan Presiden Direktur perusahaan asuransi Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling.

Untuk itu, polisi bakal berkoordinasi dengan Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk melacak Wessling. Pelacakan itu dilakukan sebagai upaya tindak lanjut dari pencekalan Wessling ke luar negeri.

"Kami pastinya akan memanggil yang bersangkutan (Wessling) sesuai dengan identitas dan alamatnya saat yang bersangkutan tidak hadir. Jadi ada tahapannya sambil kami cari tahu keberadaan yang bersangkutan," ujar Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/10).


"Kami sudah lakukan (pencekalan) sekarang kami menunggu data keberadaan yang bersangkutan masih di Indonesia atau di luar negeri. Nanti juga akan kami coba cek ke imigrasi," ucapnya.


Adi mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat pemanggilan kepada warga negara Jerman itu ke alamat yang disebut sebagai kediaman Wessling. Selain itu, polisi pun mengirim surat pemberitahuan kepada Kedutaan Besar Jerman di Indonesia terkait pemeriksaan mantan bos Allianz Life Indonesia tersebut.

Wessling dijadwalkan bakal diperiksa polisi pada 11 Oktober mendatang. Pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap mantan manajer klaim Allianz, Yuliana Firmansyah. Yuliana juga sudah dicekal untuk bepergian ke luar negeri.

"Beliau minta waktu untuk reschedule. Kami berikan waktu untuk dia menyiapkan data-data," ujar Adi.

Joachim dan Yuliana dilaporkan nasabahnya, Ifranius Algadri, dengan tuduhan mempersulit penebusan klaim biaya perawatan rumah sakit.

Laporan yang menyeret Joachim dan Yuliana tertera dalam Laporan Polisi Nomor: LP/1645/IV/2017/Dit.Reskrimsus tertanggal 3 April 2017. Selain itu juga tertera dalam Laporan Polisi Nomor: LP/1932/IV/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 18 April 2017.