Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto pada Minggu (15/10) mengatakan dialog dengan puluhan tokoh Jabar itu dilakukan karena ada banyak aspek yang membuat partainya belum menentukan kandidat untuk bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat 2018.
Salah satunya adalah persoalan sosial-kultural di Jabar. Menurutnya, ada kelompok masyarakat di Jabar yang akhirnya terpinggirkan oleh kebijakan yang tidak memperhitungkan aspek sosiologis dan kebudayaan masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Dedi dan Anton, kata Hasto, tokoh-tokoh yang diajak berdialog itu di antaranya TB Hasanuddin, Puti Guntur Soekarno, Iwa Karunia dan Netty Heryawan.
"Di sinilah partai membuka diri, partai membangun jembatan persaudaraan untuk masa depan Jawa Barat yang lebih baik. Dalam bahasa bisnis, partai go public," ujar Hasto.
Hasto juga menyampaikan komentar perihal kemungkinan PDIP mengusung Ridwan Kamil sebagai cagub. Menurut Hasto, PDIP sebenarnya telah melakukan komunikasi dengan Ridwan Kamil, namun belum juga menemui kesepakatan.
"Kami sudah melakukan komunikasi secara intens termasuk dengan beberapa tim suksesnya, dan pak Ridwan Kamil kan sudah menyatakan menjadi calon gubernur, sehingga kami menghormati pilihan tersebut. Dengan demikian, nantinya akan ada kontestasi gagasan yang terbaik untuk masa depan Jawa Barat," tutur Hasto.