Mahasiswa-Buruh Beri Kado Tuntutan di 'Ultah' ke-3 Jokowi-JK

Gloria Safira Taylor , CNN Indonesia | Jumat, 20/10/2017 14:29 WIB
Mahasiswa-Buruh Beri Kado Tuntutan di 'Ultah' ke-3 Jokowi-JK Mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di dalam rangka evaluasi kebijakan tiga tahun pemerintahan Jokowi JK. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan mahasiswa dari Badan eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia melakukan aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda menyambut kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang telah tiga tahun berjalan. Demonstrasi ini bertajuk 'panen rakyat' sebagai bentuk tuntutan kepada Jokowi-JK.

Selain mahasiswa dalam aksi ini juga diikuti oleh kalangan aktivis, buruh, dan nelayan. Total peserta diperkirakan mencapai seribuan orang.

"Aksi ini untuk melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Jokowi dan JK, kita dari Patung Kuda akan long march ke depan Istana," kata Koordinator BEM Seluruh Indonesia, Wildan Wahyu Nugraha di kawasan Patung Kuda Arjuna, Jakarta, Jumat (20/10).


Wildan menyebut, pemerintah di era ini dianggap buta terhadap kepentingan sosial terutama rakyat kecil. Ketimpangan sosial pun terasa sangat tinggi, apalagi pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah di era Jokowi-JK ini dianggap lebih condong ke asing dan masyarakat kelas menengah atas, bukan kaum kecil.

"Misalnya pembangunan kereta cepat, itu belum urgent, tapi malah dibuat, bahkan harganya pun tidak murah, dan itu memunculkan proyek swasta lain yang menjepit masyarakat kecil," kata Wildan.

Selain ketimpangan ekonomi, Wildan juga menyebut ketimpangan lainnya ada pada keterbukaan hukum. Banyak pejabat dari partai koalisi yang dianggap kebal terhadap hukum. Bahkan, setelah ditetapkan tersangka pun masih bisa melenggang bebas dan lepas dari jerat hukum. Ia mencontohkan Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

"Setya Novanto bisa bebas, dia pendukung pemerintahan era ini, sangat nampak tidak adil bahkan untuk hukum," kata dia.


Karena itu, mereka mendatangi Istana Negara dan langsung menyampaikan tuntutan sebagai 'kado' di ulang tahun ketiga pemerintahan Jokowi-JK.

Para peserta saat ini telah mulai melakukan long march menuju depan Istana Negara. Mahasiswa pun membuat barikade untuk menjaga perjalanan mereka menuju Istana tetap bersama-sama.

Diimbau Tertib

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis meminta agar aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa dan kelompok buruh berjalan tertib.

"Saya mengimbau agar semua elemen unjuk rasa melaksanakan demo dengan santun dan tertib," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (20/10).

Idham mengatakan, aksi yang akan dilakukan itu harus tetap mematuhi aturan yang berlaku. Unjuk rasa hanya diperbolehkan hingga pukul 18.00 WIB.

"Ketentuannya tetap hanya sampai jam 18.00 WIB," tuturnya.


Sementara itu Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pengamanan akan dilakukan oleh sekitar 11 ribu personel gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP.

Pengamanan juga sudah mulai dilakukan di kawasan sekitar Monumen Nasional dan Istana Negara.

Dihubungi terpisah koordinator Aksi Rahmat Himran mengklaim, ribuan orang itu datang dari Jabodetabek, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, hingga Jambi.

Aksi yang dilakukan usai salat Jumat itu, kata Rahmat, memiliki dua tuntutan. Pertama, menarik mandat Jokowi-JK karena dinilai tidak mampu mengelola aset negara. Selain itu, Rahmat menuding pemerintahan Jokowi justru membuat utang negara semakin menumpuk.


Tuntutan kedua, lanjut Rahmat, meminta supaya Jokowi-JK mau meluruskan kiblat bangsa. Maksud dari pernyataanya itu adalah supaya Jokowi-JK tidak bergantung pada China dalam kerja sama ekonomi.

"Kami meminta Jokowi untuk meluruskan kiblat bangsa di mana pemerintah sudah mengarah ke China, perlu adanya tindak lurus. Tiga tahun kepemimpinan Jokowi-JK utang negara sudah tembus Rp3 ribu triliun," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Untuk rencana aksi itu, Rahmat mengatakan, akan memulainya dari Patung Kuda di Medan Merdeka Barat lalu dilanjutkan di Istana.

"Kami menunggu massa di patung kuda, nanti akan ada orasi-orasi sedikit baru bergerak ke Istana," tuturnya.