"Santri perlu memperalat teknologi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan," ujar Said Aqil saat berpidato di Tugu Proklamasi Jakarta, Minggu (22/10).
Said mengatakan, sebagai pelajar yang menempa pendidikan di pondok pesantren, santri harus mewaspadai bahaya dunia digital. Para santri diharap mampu membendung informasi hoaks dari internet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Said berharap para santri mampu menghadapi tantangan transformasi teknologi informasi. Menurutnya, internet adalah bagian kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagad dalam dunia maya. Penggunaannya ditujukan untuk dakwah menyebarkan kebaikan.
Senada dengan Said, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan, santri dituntut memiliki kemampuan berinteraksi yang baik dalam menggunakan media sosial. Hal ini, kata Lukman, juga kerap disampaikan Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke pondok pesantren.
"Digitalisasi menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dari kita. Sekarang semua menjadi umat digital, santri harus mampu memanfaatkan internet, berbagai macam perangkat digital dalam rangka upaya menebarkan nilai agama untuk kemaslahatan bersama," ucapnya.
"Ya, tentu negara melalui pemerintah menetapkan hari santri sebagai wujud penghargaan, selain pengakuan bahwa memang kontribusi, sumbangsih, dukungan kaum santri terhadap negara ini luar biasa besar," ujarnya.
Komitmen pemerintah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional merupakan wujud penghargaan terhadap jasa dan kontribusi santri hingga saat ini. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Agar tetap menjadi negara bangsa yang tetap senatiasa memegangi agama dalam menjalani kehidupannya, agama yang menebarkan kedamaian dan kerukunan bagi sesama," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, Hari Santri Nasional merupakan realisasi janji kampanye Jokowi saat Pilpres 2014.
Lihat juga:Santri dan Resolusi Jihad KH Hasyim Asy'ari |
"Hari Santri Nasional ini merupakan janji kampanye Jokowi yang sudah terealisasi, pemerintah mengajak dan mengingatkan bahwa para santri ini mulai sebelum kemerdekaan sudah berperan sampai sekarang untuk mengisi pembangunan," kata Tjahjo saat menghadiri apel Hari Santri.
Tjahjo berpendapat, Hari Santri Nasional bisa menjadi momentum untuk membentengi ideologi Pancasila. Baginya, mempertahankan ideologi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri, namun seluruh bangsa Indonesia.
[Gambas:Video CNN]
Komitmen pemerintah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional merupakan wujud penghargaan terhadap jasa dan kontribusi santri hingga saat ini. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)