Wakil Sekretaris Jenderal PKB Maman Imanulhaq mengatakan keputusan PPP memilihkan pasangan untuk Ridwan Kamil itu tak berarti diterima partai lain yang juga mendukung Wali Kota Bandung tersebut. Pasalnya, semua itu bisa berubah tergantung komunikasi partai-partai yang sama-sama mendukung Ridwan Kamil.
"Sejauh sepengetahuan saya itu belum (komunikasi). Bahwa kami mengusung Emil, iya. Tetapi kalau wakil masih perlu pembicaraan lebih intensif," ujar Maman kepada CNNIndonesia.com lewat hubungan telepon, Rabu (25/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maman Imanulhaq. (CNN Indonesia/Yohannie Linggasari) |
Merujuk dari survei dan penelitian, Maman mengatakan Jawa Barat termasuk basis Islam radikal dan intoleran. Atas dasar itu, Maman menilai perlu sosok yang memahami cara meminimalisasi radikalisme Islam di Jawa Barat.
Suara Pantura
Kelemahan lain andai Uu dimajukan mendampingi Ridwan adalah kombinasi calon kepala daerah yang tak menjangkau pemilih Jabar seutuhnya. Maman pun menyoroti kekalahan pasangan Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki pada Pilkada Jabar sebelumnya.
Pasangan itu, kata Maman, berasal dari Jawa Barat bagian selatan. Popularitasnya pun cukup tinggi di sana. Namun, pasangan itu kalah karena tidak mendapat banyak suara di wilayah pantai utara (pantura).
Itulah yang terjadi saat ini. Menurut Maman, Ridwan Kamil memiliki popularitas di wilayah Jabar bagian Priangan, selatan, dan timur.
Uu Ruzhanul Ulum. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
"Ini sangat berpengaruh. Kalau Emil mengambil ceruk itu, maka dijamin oleh saya Pantura tidak akan memilih Emil," ucap Maman.
Untuk mendampingi Ridwan, Maman mengatakan PKB sudah beberapa kali menyodorkan nama. Namun, sejauh ini pihaknya masih menunggu dan irama konstelasi politik yang terus berkembang.
"Ya jadi sebetulnya masih ada waktu untuk memilih siapa yang pas mendampingi Emil. Ini soal Jawa Barat ke depan bukan soal siapa calon wakil gubernurnya," ucap Maman.
Selain PKB dan PPP, parpol lain yang juga telah mendukung RIdwan Kamil menjadi Jabar satu adalah NasDem.
Maman Imanulhaq. (CNN Indonesia/Yohannie Linggasari)
Uu Ruzhanul Ulum. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)