“Kondisi warga sekitar aman, sekolah aman,” katanya ketika dihubungi CNNIndonesia, Kamis (26/10) di Jakarta.
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mengerahkan ambulans untuk mengangkut jenazah korban kebakaran. Mengenai kondisi pabrik, ia mengaku, dalam keadaan rusak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai pabrik kembang api tersebut baru beroperasi dua bulan, Toni tidak menjawab tegas. “Untuk sementara tutup dulu atas kejadian ini,” ucapnya.
Seorang petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar PB) Kabupaten Tangerang, Muhammad Suhermanto menuturkan kebakaran di pabrik kembang api itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.
Kebakaran diduga dipicu hubungan arus pendek listrik dalam pabrik tersebut.
"Ada ledakan besar dalam peristiwa itu. Dugaan kami ledakan dipicu oleh api yang mengenai bahan-bahan kimia di dalam pabrik. Ledakan besar itu disusul oleh ledakan kecil lainnya," kata Suhermanto kepada CNNIndonesia.com.
Meski cukup besar, namun kebakaran di pabrik kembang api itu bisa dipadamkan dalam waktu relatif cepat. Suherman mengatakan, faktor lokasi yang mudah dijangkau membuat proses pemadaman tidak mengalami hambatan berarti.
Menjelang tengah hari petugas telah berhasil memadamkan api. "Setelah itu kami lakukan evakuasi dan dari data sementara, kami mendapatkan 26 korban tewas dan 30 orang luka-luka," ujar Suherman.
Sebelumnya, sebanyak 40 orang korban kebakaran sebuah pabrik kembang api di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang dibawa ke Rumah Sakit Ibu dan Anak BUN Kosambi.
“Enam pasien di antaranya harus masuk ruang operasi karena luka bakar di atas 50 persen,” kata Yopi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/10).