Polisi Kenali Jenazah Bocah 14 Tahun Korban Kebakaran Pabrik

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Jumat, 27/10/2017 20:59 WIB
Dari 47 jenazah, salah satu korban diketahui bernama Surnah, bocah perempuan berusia 14 tahun. Identifikasi itu berdasarkan pemeriksaan gigi dan medis. Dari 47 jenazah, salah satu korban diketahui bernama Surnah, bocah perempuan berusia 14 tahun. Identifikasi itu berdasarkan pemeriksaan gigi dan medis. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak Disaster Victim Investigation (DVI) Rumah Sakit Polri telah mengidentifikasi jenazah korban kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang. Salah satu korban diketahui bernama Surnah, bocah perempuan berusia 14 tahun.

Kepala Bidang Kedokteran Kepolisian Pusdokkes Polri Kombes Pramujoko mengatakan, Surnah merupakan warga Kampung Selebaran, RT 4/16, Desa Belimbing, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten. Selain Surnah, polisi juga telah mengidentifikasi 46 korban tewas lainnya.

"Hari ini ada satu jenazah, nomor kantong 1 dengan nomor registrasi kepolisian 344 teridentifikasi sebagai Surnah kelahiran 2003 jenis kelamin perempuan," ujar Pramujoko di RS Polri Ir Sukanto, Keramatjati, Jakarta Timur, Jumat (27/10).



Pramujoko menjelaskan, identifikasi Surnah berdasarkan pemeriksaan primer gigi dan medis, antara lain dengan memeriksa penentuan usia, jenis kelamin dan tinggi badan.

Polisi enggan menyebut Surnah sebagai salah satu pekerja di pabrik tersebut. Jenazah kini masih dalam proses pemulasaran jenazah dan akan dikembalikan kepada pihak keluarga korban.

Sementara 46 korban lainnya masih berada di Rumah Sakit Pusat Polri RS Sukanto. Polisi masih kesulitan mengidentifikasi korban lainnya karena wujud fisik para jenazah sulit diidentifikan secara visual. Kondisi korban sudah hangus terbakar.


Polisi mencatat, jumlah keluarga korban yang datang untuk diambil data antemortem di RS Polri hingga Jumat sore (27/10) sebanyak 49 orang.

Pramujoko berharap pihak keluarga maupun rekan korban yang belum bisa teridentifikasi dapat membantu polisi memberikan data antemortem dengan lengkap. Hal itu untuk membantu proses penelitian korban.

"Kondisi korban banyak yang rusak, kita bergantung pada data gigi. Dimohon bagi keluarga korban, teman dekat, bisa memberikan foto-foto para korban dari senyum yang kelihatan giginya, karena kulitnya sudah hangus," ujarnya.


Demi mempermudah proses identifikasi, RS Polri membuka posko pengaduan selama 24 jam. Selain itu, polisi juga meminta pihak keluarga korban menghubungi nomor 0812-1172-5177 sebelum datang ke posko.

"Jika keluarga memiliki informasi tentang korban yang sifatnya pribadi, bisa langsung menelepon di nomor tersebut," tandas Pramujoko.




BACA JUGA