Kuasa hukum Eggi, Damai Hari Lubis mengatakan, langkah ini ditempuh menyusul langkah Effendi yang juga telah mencabut laporan dugaan ujaran kebencian yang dilayangkan terhadap Eggi pada Rabu (18/10).
"Ada satu orang yang namanya Effendi Hutahaen dari Bandung telah mencabut laporannya, maka konsekuensi logisnya dengan pernyataan yang pernah disampaikan oleh beliau (Eggi) mencabut (laporan) hari ini dan sudah disampaikan pencabutan tersebut," kata Damai saat ditemui di kantor sementara Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (30/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya kesepakatan sesama advokat juga saling menyadari ini jangan sampai terjadi, ada orang yang ingin membuat, menunggangi hingga memperkeruh keadaan yang sebetulnya tidak ada masalah," ujar dia.
Selain mencabut laporan, Eggi juga menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Dittipidum Bareskrim) terkait langkah melaporkan balik orang-orang yang melaporkannya ke polisi.
Orang-orang dilaporkan Eggi antara lain budayawan Franz Magnis Suseno atau Romo Magnis, Pariadi, Suresh Kumar, Yohannes L Tobing, Norman Sophan, dan Hengky Suryawan.
Kuasa hukum Eggi lainnya, Arvid Saktyo mengatakan, laporan balik yang dilayangkan pihaknya merupakan konsekuensi logis atas laporan dengan tuduhan tidak benar yang dilayangkan terhadap kliennya.
“Laporan yang kami buat merupakan konsekuensi logis sebab akibat karena kami dilaporkan dengan hal yang tidak baik secara hukum maupun hak asasi kami,” tutur salah satu kuasa hukum Eggi Sudjana.