"Ya mungkin kami akan periksa (Viktor Laiskodat)," kata Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto saat ditemui di kantor sementara Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (1/11).
Dia menjelaskan, penyidik masih meneliti penugasan Ketua Fraksi NasDem DPR RI itu ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, lokasi menyampaikan pidato yang diduga bernada ujaran kebencian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dittipidum Bareskrim sebelumnya berencana memeriksa pihak pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem sebagai saksi dalam kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Viktor
Menurut dia, informasi tersebut penting karena Viktor memiliki hak imunitas sebagai anggota dewan.
Viktor dilaporkan oleh sejumlah partai politik ke Bareskrim setelah dirinya dalam sebuah pidato politik mengaitkan partai politik PAN, Gerindra, Demokrat, dan PKS sebagai pendukung negara khilafah.
Pernyataan yang diduga dikeluarkan oleh Viktor itu terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial.
PAN, Partai Gerindra, PKS, dan Generasi Muda Demokrat menuduh Viktor melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 156 KUHP tentang penistaan agama, serta Pasal 4 dan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Pengahusan Diskriminasi Ras dan Etnis.
Viktor dinilai telah melakukan pencemaran nama baik serta menyampaikan ujaran kebencian. (sur)