Ribuan Buruh Akan Berunjuk Rasa 10 November

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Jumat, 03/11/2017 14:45 WIB
Ribuan Buruh Akan Berunjuk Rasa 10 November Buruh akan menggelar aksi di depan Istana Negara pada 10 November 2017. Mereka menuntut penetapan upah yang layak. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan buruh akan berunjuk rasa di depan istana negara, bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November 2017. Mereka menuntut kesejahteraan buruh, dan perbaikan sistem pengupahan yang berkeadilan.

Ketua Harian Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi mengatakan, aksi tersebut akan dihadiri buruh dari seluruh daerah di Indonesia.

Dia mengklaim, sebanyak 20 ribu buruh dari seluruh daerah akan mengikuti aksi di Istana Negara.


"Buruh dari luar Jakarta akan bergabung, mereka yang dari Jateng dan Jatim sudah menyiapkan bis dan kereta, sedangkan yang di Jawa Barat dan Banten akan longmarch ke Istana," ujar Rusdi di Gedung DPP KSPI, Jakarta Timur, Jumat (3/11).


Rusdi menambahkan, aksi kali ini akan menuntut Presiden Jokowi mencabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan menolak upah minimum bagi buruh di berbagai daerah yang kurang layak.

Rusdi mengatakan, kehadiran PP tersebut memiliki efek buruk bagi kesejahteraan buruh. Aturan itu justru dijadikan patokan bagi pemerintah daerah untuk menetapkan UMP.

"Karena biang kerok dari ambruknya upah buruh di berbagai daerah adalah PP 78/2015 yang diterapkan Jokowi. Jadi biang keroknya Jokowi, dengan aturan itu para buruh tak bisa bernegosiasi," ujar Rusdi.

Rusdi mencontohkan efek diberlakukannya PP tersebut yakni penetapan UMP DKI Jakarta baru-baru ini berkisar Rp 3.648.035 yang tak sesuai dengan tuntutan buruh.

Padahal, Dewan Pengupahan DKI yang terdiri dari unsur Serikat Buruh awalnya mengajukan UMP sebesar Rp3.917.398, yang diperoleh dari survei Komponen Hidup Layak ditambahkan dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi sebesar 8,71 persen.

"Ini bukan tentang besar kecil kenaikan upah ya, tetapi lebih tentang rasa keadilan terhadap buruh, karena faktanya memang upah buruh DKI kecil dan murah," ujar Rusdi.

Rusdi juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap janji politik Anies-Sandi yang mengumumkan UMP DKI Jakarta 2018 tidak sesuai dengan keinginan buruh.

Ia mengatakan, pada demo 10 November mendatang, Balai Kota akan dijadikan titik kumpul para peserta demonstrasi untuk menyuarakan kegusarannya kepada gubernur yang baru sebelum menuju ke Istana Negara.

"Kerja kami dari serikat buruh untuk mensurvei KHL sia-sia. Justru slogan Anies-Sandi sekarang itu 'Maju Kotanya, Maju Pengusahanya, Sengsara Buruhnya," tandas Rusdi.