"Minggu depan sudah selesai mengolah datanya, tinggal dirapikan," ujar Danis saat saat dihubungi, Jumat (3/11).
Ia memaparkan kesimpulan awal itu didapat usai Kementerian PUPR memeriksa, mengukur, dan mengumpulkan sampel material dari gedung Nusantara I DPR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari berbagai sudut kami ukur tegak. Sementara secara struktur kondisi bangunan itu aman memenuhi aspek keamanan," ujarnya.
Menurutnya, permasalahan itu perlu ditindaklanjuti agar tidak membahayakan penghuni di dalam gedung tersebut mengingat jumlah pengunjung DPR RI perhari mencapai lebih dari 4 ribu orang.
"Kami simulasikan kalau jumlah 4 ribu orang itu, lalu kalau misal terjadi kebakaran bagaimana?," ujar Danis.
Lebih dari itu, Danis menuturkan Gedung DPR RI dinilai melebihi kapasitasnya. Bahkan luas ruang kerja anggota DPR dianggap jauh dari standar minimal yang ditentukan.
Ia menambahkan, Kementerian PUPR akan menindaklanjuti temuan ini dan membahasnya bersama sejumlah pakar sebelum memutuskan apakah DPR perlu gedung baru atau cukup merenovasi gedung yang saat ini digunakan.
"Kalaupun misal direnovasi apakah renovasi akan menambah luas nanti kan akan keluar angkanya berapa meter persegi harusnya, tapi ini laporan pendabuluan. Masih indikasi awalnya," ujarnya.
Pemerintah dan DPR telah mengalokasikan anggaran senilai Rp320,44 miliar untuk membangun gedung baru DPR.
Pembangunan gedung baru DPR baguan dari proyek penataan kawasan parlemen berupa pembangunan gedung baru dan alun-alun demokrasi senilai Rp601 miliar masuk dalam APBN 2018 dan telah disahkan dalam rapat paripurna DPR.