Polisi Kerahkan 15 Ribu Personel Jaga Demo Buruh

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Jumat, 10/11/2017 01:33 WIB
Polisi Kerahkan 15 Ribu Personel Jaga Demo Buruh Polisi mempersiapkan 15 ribu personel untuk mengamankan aksi buruh. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan 15 ribu personel untuk mengamankan aksi buruh yang akan dilaksanakan Jumat (10/11).

Aksi tersebut akan digelar oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pada pukul 10.00 WIB. Aksi akan dilakukan di Balai Kota DKI Jakarta dan Istana Merdeka. Sebagian buruh akan berangkat dari kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur.

"Jadi kesiapan pengamanan aksi buruh besok ada di sasarannya di istana, kami sudah membuat rencana pengamanan dan kami sudah ada sekitar 15 ribu lebih personel baik dari Polda maupun Mabes Polri," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/11).



Pengamanan tersebut, kata Argo, ditujukan supaya aksi berlangsung aman dan tidak mengganggu kegiatan masyarakat. Namun dia belum dapat memastikan apakah akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas atau tidak.

"Kami siapkan untuk mengamankan dan nanti kami juga terutama lalu lintas sudah siap. Rekayasa lalin (lalu lintas) tapi itu semuanya situsional," ucapnya.

Dihubungi terpisah Ketua Harian KSPI Muhamad Rusdi mengklaim aksi tersebut akan diikuti sekitar 20 ribu buruh. Mereka tidak hanya berasal dari Jakarta tetapi menyangkut pada wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Cirebon.


Saat ini, Rusdi mengatakan, sebagian besar peserta aksi telah melakukan longmarch dari Kerawang, Bekasi dan Bogor.

"Yang longmarch akan melanjutkan perjalanan dari Cakung dan Kramat Jati pagi hari," tuturnya kepada CNNIndonesia.com.

Aksi tersebut, kata Rusdi, memiliki tiga tuntutan. Pertama, permintaan untuk mencabut PP 78 tentang Upah Murah. Kedua, permintaan untuk revisi UMP DKI menjadi Rp3.917.000. Ketiga, permintaan untuk menurunkan harga listrik dan kebutuhan pokok.

"Aksi itu akan kami lakukan ke Balai Kota dan Istana," ucapnya.


Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan akan terbuka dengan aksi besok. Sandi menyebut komitmen dia hingga saat ini sama, yakni ingin meningkatkan kesejahteraan buruh. (pmg/pmg)