Peringati Hari Pahlawan, Sandiaga Singgung Revolusi Mental

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Jumat, 10/11/2017 15:05 WIB
Peringati Hari Pahlawan, Sandiaga Singgung Revolusi Mental Wagub DKI Sandiaga Uno menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Pahlawan di lapangan eks IRTI. Ini pengalaman pertama Sandiaga menjadi inspektur upacara. (CNNIndonesia/Tiara Sutari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menjadi Inspektur Upacara pada peringatan Hari Pahlawan di Lapangan eks IRTI Monas, Jumat (10/11). Ini adalah pertama kalinya Sandiaga menjadi Inspektur Upacara setelah dirinya dilantik menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Dalam upacara ini, Sandiaga juga berkesempatan untuk menyampaikan pidato resmi milik Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Pidato tersebut total berjumlah 12 halaman.

"Tadi sampaikan pidato, pidato terpanjang dalam hidup saya, 12 lembar total saya bacakan," kata pria yang karib disapa Sandi itu usai melaksanakan upacara di Lapangan Eks Irti Monas, Jakarta.



Dalam sambutan usai membacakan Pidato Menteri Sosial, Sandi mengatakan, Indonesia sebagai bangsa yang besar harus menghormati jasa para pahlawannya. Hal itu ia sampaikan dengan meminjam kalimat Presiden RI pertama, Sukarno. Menurut Sandi, kalimat dari Bung Karno itu mempunyai makna mendalam.

"Bung Karno pernah menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Kalimat singkat dari Bung Karno ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kita semua," ucap dia.

"Tanpa pengorbanan dan perjuangan para pahlawan dan perintis kemerdekaan, tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah negara," kata Sandi.

Sandi menambahkan, saat ini adalah saatnya bangsa Indonesia menuntaskan perjuangan para pahlawan untuk membangun bangsa. Hal itu hanya bisa dilakukan dengan sikap mental yang positif dan konstruktif.


"Hanya dengan revolusi mental yang positif, optimis dan sadar riwayat kita sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat, dan terbuka, kita menyelami tantangan dan persoalan yang kita hadapi bersama dengan semangat persatuan di dalam kesetaraan seluruh anak bangsa tanpa diskriminasi," tutur Sandi.

Lebih jauh Sandi mengatakan, hari pahlawan saat ini harus diperingati bukan hanya dengan mengapresiasi para pahlawan semata, namun juga harus terus mengingat dan mengenang jasa-jasa mereka.

Sebab, jika tanpa para pahlawan maka dirinya maupun semua warga yang ikut dalam upacara peringatan itu tidak akan bisa berdiri di lapangan untuk menikmati kemerdekaan.

"Kita harus terus mengenang dan berterima kasih," kata Sandi.


Selain itu, Sandi juga mengingatkan agar warga dan anak muda saat ini harus juga mengapresiasi para pahlawan 'zaman now'. Pahlawan zaman now yang dimaksud Sandi adalah semua orang yang memiliki pengaruh dalam hidup. Mereka, seperti para tenaga pengajar, tenaga kebersihan, dan juga elemen-elemen masyarakat lainnya.

"Kita harus hargai mereka, semua orang itu, semua elemen itu adalah pahlawan," kata Sandi.

Peringatan Hari Pahlawan secara nasional mengambil tema 'Perkokoh Persatuan Membangun Negeri'. Berdasar tema Hari Pahlawan itu, kata Sandi, masyarakat juga tidak boleh lupa dengan jasa-jasa para veteran.

"Tadi saya juga bertemu dengan veteran, mereka jangan dilupakan. Beliau-beliau ini yang telah berjuang dengan kemerdekaan," kata Sandi.

Maka dari itu, menurut Sandi untuk mengapresiasi jasa para veteran ini perlu ada penghayatan yang dilakukan warga terhadap jasa-jasa mereka.

"Kita harus menghayati, kemudian menghargai. Bahwa para veteran ini harus selalu kita kenang jasa-jasanya. Utamanya saat ini saya akan terus bersilaturahmi dengan beliau-beliau ini," kata Sandi. (osc/djm)