Buruh Anggap Anies Santun dan Cerdas tapi Pembohong

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Jumat, 10/11/2017 14:37 WIB
Buruh Anggap Anies Santun dan Cerdas tapi Pembohong Dalam orasinya di demo buruh, Presiden KSPI Said Iqbal menyebut Anies ingkar janji dan Sandiaga dinilai hanya beretorika di media massa. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi demo buruh menuntut upah layak di depan Balai Kota DKI Jakarta diwarnai kritikan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal di hadapan massa buruh menyebut Anies sebagai pembohong.

“Gubernur ini santun, cerdas, tapi pembohong, ingkar janji,” ujar Said dalam orasinya yang kemudian dibalas massa buruh dengan menyerukan kata 'pembohong'.

Ia juga menuding wagub Sandi hanya beretorika di media massa dengan berjanji menyejahterakan buruh. Kenyataannya, kata Said, tuntutan buruh tak dipenuhi. 


“Wagub ini hanya beretorika di media. Masih bisa berdusta, senyam-senyum,” katanya. 

Said membandingkan dengan gaya kepemimpinan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang cenderung kasar dan frontal.


Menurutnya, Ahok masih lebih baik karena berani mengatakan sejujurnya. 

“Katanya ganti Ahok lebih baik, tapi ternyata kelakuannya lebih buruk dari Ahok,” tutur Said. 

Demo buruh hari ini rencananya akan dilanjutkan dengan long march dari Balai Kota menuju Istana Negara. Namun sebagian massa akan tetap bertahan di Balai Kota. 

Para buruh yang melakukan aksi demo di Balai Kota dan Istana Negara tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga dari wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Cirebon.

Aksi tersebut menyuarakan tiga tuntutan yakni cabut PP 78 tentang Upah Murah, revisi UMP DKI menjadi Rp3.917.000, turunkan harga listrik dan kebutuhan pokok.


Demo buruh ini merupakan respons atas kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menetapkan upah minimum provinsi DKI tahun 2018 sebesar Rp3,64 juta. 

Nominal itu tak sesuai dengan tuntutan buruh sebesar Rp3,9 juta.

Sandiaga sebelumnya berjanji akan menemui buruh yang berdemo di depan Balai Kota dan akan menampung aspirasi mereka. (wis/djm)