KPK Kantongi Nama Pemberi Uang Rp20 M ke Dirjen di Kemenhub

Feri Agus, CNN Indonesia | Kamis, 16/11/2017 05:00 WIB
KPK Kantongi Nama Pemberi Uang Rp20 M ke Dirjen di Kemenhub Jubir KPK sebut pihaknya sudah mengantongi nama-nama pemberi uang kepada eks Dirjen Hubla, Antonius Tonny Budiono. Tonny menimbunnya hingga RP20 M di rumahnya. (CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama pemberi uang kepada Antonius Tonny Budiono saat menjabat Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

"Kita sudah mendapat informasi pihak yang diduga pemberi suap siapa saja dan dari penyidikan ke pentuntan ke persidangan pihak-pihak yang diduga beri gratifikasi sudah idenfitikasi orangnya," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/11).

Namun, Febri belum mau mengungkap para pihak yang disinyalir memberikan uang kepada Tonny.



Tonny telah ditetapkan sebagai tersangka suap dan gratifikasi itu kedapatan menimbun uang sekitar Rp20 miliar di kediamannya, Mess Perwira Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Bahtera Suaka, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, 24 Agustus 2017.

Febri mengatakan sejak pekan lalu penyidik KPK memanggil sejumlah pihak yang diduga pemberi maupun yang mengetahui pemberian suap tersebut.

"Sejumlah pejabat pelabuhan diberbagai daerah dan swasta kami dalami untuk Dirjen Hubla, tapi sepesifik siapa pemberi dan berapa nilai itu belum bisa dibuka," kata eks aktivis LSM antikorupsi tersebut.

Febri menambahkan, saat ini pihaknya masih fokus mendalami kepentingan pemberian uang kepada anak buah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tersebut.

"Kita fokus dari mana asal usul uang dan beberapa barang yang diduga gratifikasi seperti jam tangan ada yang diberikan saat ulang tahun, ada keris, cincin, dan bentuk-bentuk lainnya," ujar Febri.


KPK Kantongi Nama Pemberi Uang Rp20 M ke Dirjen di Kemenhub

Sejak pekan lalu sejumlah saksi yang diperiksa di antaranya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pelayaran Indonesia (INSA) Carmelita Hartoto, General Manager PT Citra Shipyard, Edi Abi, Senior Manager dan Kesejahteraan PT Pelindo IV Chrisye, Staf Dit Kepelabuhan Ditjen Perhubungan Laut Herwan Rasyid.

Kemudian Kepala Distrik Navigasi KSOP Tanjung Emas Semarang Sukiat dan Kurir PT Pundi Karya Sejahtera Wasito, Direktur PT Warga Kusuma Jaya Herlin Wijaya, Kepala Unit Pelaksana Proyek (UPP) Kelas II Bajomulyo Juwana, Kepala Pelabuhan Laut Batam Bambang Gunawan.

Selain itu, Dewan Penasihat Asosiasi Perusahan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Putut Sutopo, Kepala Bidang Logistik Bidang Distrik Navigasi Tanjung Priok Hesti Ekawati, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Mauritz H.M Sibarani

Direktur PT Karya Nasional Hadi Suwarno, Direktur PT Bina Muda Adhi Swakarsa Pekalongan Iwan Setiono, Staff Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas I Bau-bau Ihsan Anda Tanjung, dan PNS UPP Likupang Moren Karamoy.

Dalam kasus ini, baru pemberian uang dari Komisaris Utama PT Adhiguna Keruktama Adiputra Kurniawan ke Tonny sebesar Rp1,174 yang berhasil diungkap KPK. Uang itu terkait pengerjaan pengerukan alur pelayaran di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.

Sementara itu, uang sebesar Rp18,9 miliar yang disimpan dalam 33 tas ransel, yang disita dari tangan Tonny masih diusut asal-usulnya. Selain uang, penyidik KPK turut menyita tombak, keris, hingga cincin batu akik dari tangan Tonny. (kid/kid)