PDIP Pecat Emil Dardak Jika Resmi Daftar Jadi Cawagub Jatim

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Kamis, 23/11/2017 05:40 WIB
PDIP Pecat Emil Dardak Jika Resmi Daftar Jadi Cawagub Jatim Bupati Trenggalek, Emil Dardak, merencanakan ikut dalam kontestasi Pilkada Jawa Timur 2018 sebagai calon wakil gubernur yang berpasangan dengan calon gubernur Khofifah Indarparawansa. (Antara Foto/ Rudi Mulya)
Jakarta, CNN Indonesia -- PDIP menyatakan Emil Elestianto Dardak atau Emil Dardak bakal dipecat sebagai kader andai resmi mendaftarkan diri untuk ikut kontestasi Pilkada Jawa Timur 2018.

Emil disebut akan maju menjadi calon wakil gubernur berpasangan dengan Khofifah Indar Parawansa dalam Pilkada Jatim tahun depan. PDIP sendiri telah mengusung Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Abdullah Azwar Anas untuk Pilkada Jatim.

Ketua Dewan Kehormatan Komarudin Watubun mengatakan, Emil dipecat ketika partai lain resmi mendaftarkannya ke KPU sebagai Cawagub.


"Nanti tunggu resmi. Kalau sudah menjadi calon dari partai lain ya kami pecat," ujar Komarudin saat dihubungi, Rabu (22/11).



Komarudin mengatakan PDIP kecewa dengan sikap Emil yang tidak patuh dengan aturan partai. Padahal, sebagai kader muda Emil seharusnya memiliki prinsip yang kuat dalam berpolitik.

Emil, kata Komarudin, tidak sepantasnya menjadi kutu loncat demi memuluskan ambisinya. Emil pun dituntut mematangkan ideologinya sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.

"Tidak boleh jadi kutu loncat. Pemimpin tidak cukup punya kecerdasan dan intelektual yang baik, tapi yang paling penting prinsip," ujarnya.

Di sisi lain, Komarudin membeberkan, Emil merupakan kader baru PDIP. Ia menerangkan bahwa Emil baru lulus sekolah partai PDIP pada 2016 silam.

Sebagai salah seorang pengajar, Komarudin tidak memungkiri Emil merupakan murid yang cerdas. Emil dianggap memiliki intelektualitas dan kecerdasan dalam berpolitik. Akan tetapi, Komarudin menyayangkan kelebihan Emil itu tidak diiringi dengan keteguhan prinsip dalam berpolitik.

"Dia dari angkatan itu termasuk calon kepala daerah yang cerdas ya. Ya sayang pilihannya," ujar Komarudin.


Lebih dari itu, ia berharap, Emil menyadari rakyat Trenggalek tempat dirinya menjabat sebagai Bupati belum tentu mendukungnya sebagai Cawagub.

Hal itu lantaran sikap Emil yang lebih memilih maju mendampingi Khofifah Indar Parawansa ketimbang menyelesaikan tugasnya di Trenggalek.

"Menurut saya dia harus laksanakan dulu kemarin kan (sebagai Bupati Trenggalek). Kepercayaan rakyat begitu besar sebagai Bupati walaupun masih relatif muda," ujarnya.

Emil diketahui didukung tujuh partai yaitu koalisi PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP dan Hanura saat maju sebagai Bupati Trenggalek pada Pilkada serentak 2015.

Namun kini dia diusung oleh Demokrat dan Golkar sebagai calon wakil gubernur Jatim mendampingi Khofifah. Lawan Khofifah-Emil, pasangan Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas didukung oleh PDIP dan PKB. (kid/kid)