''Bung Emil Dardak telah memilih jalan. Partai tentu otomatis memberikan sanksi pemecatan," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (23/11).
Emil diketahui resmi dicalonkan sebagai bakal pasangan calon bersama Khofifah melalui Partai Demokrat dan Partai Golkar. Hal ini bertentangan dengan sikap politik PDIP yang telah resmi mendukung Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas di Pilgub Jatim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasto melanjutkan, langkah Emil tidak menyurutkan partainya untuk menumbuhkan calon pemimpin muda. Emil, kata dia, hanya sedikit gambaran dari orang muda yang memilih loncatan politik, meski baru menjabat dua tahun sebagai Bupati.
Nama-nama itu adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dan Wali Kota Badung Giri Prasta.
"Mereka adalah kepada daerah yang menempatkan kepercayaan penuh pada rakyat terhadap masa depan kepemimpinannya," katanya.
"Mereka akan kami perkuat kesadaran ideologisnya, kesadaran organisasi, politik, sosial budaya dan kesadaran untuk setia pada jalan kerakyatan yang mengabdi pada bangsanya,” kata Hasto. (wis)