Kapolda: 90 Persen Dua Orang ini Terduga Penyerang Novel

Feri Agus, CNN Indonesia | Jumat, 24/11/2017 16:06 WIB
Kapolda: 90 Persen Dua Orang ini Terduga Penyerang Novel Polda Metro Jaya sudah memetakan latar belakang kedua terduga pelaku penyerangan Novel Baswedan, mulai dari pekerjaan hingga keluarganya. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolda Metro Jaya Inspektur Jendral Idham Azis mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, dua gambar yang diperlihatkan diyakini 90 persen sebagai terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

"Kalau dari hasil keterangan saksi ini, mengarah sudah 90 persen bahwa dua gambar tadi itu diduga terlibat penyiraman saudara Novel Baswedan," kata Idham di gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/11).

Idham mengatakan, pihaknya sudah memetakan latar belakang kedua terduga pelaku penyerangan Novel tersebut, mulai dari pekerjaan hingga keluarganya. Sayangnya, jajaran Polda Metro Jaya belum mengetahui identitas kedua terduga tersebut.


"Mungkin keluarga, latar belakangnya, pekerjaannya kita sudah maping secara perlahan. Kalau identitas belum makanya kita buka hotline. Semua berdasarkan fakta tidak bisa asumsi," tuturnya.


Menurut Idham, dalam penyelidikan yang dilakukan selama tujuh bulan ini, sedikitnya sudah ada sekitar 66 saksi yang telah diperiksa jajarannya. Idham pun memperlihatkan gambar dua terduga pelaku penyiraman air keras ke Novel.

Gambar sketsa pertama tampak seorang pria dengan rambut pendek dan kulit gelap. Sementara itu gambar sketsa kedua tampak seorang pria dengan rambut panjang dan kulit putih. Kedua gambar terduga pelaku tersebut didapat dari keterangan saksi berinisial S dan SN.

Setelah dirilisnya gambar dua terduga pelaku penyerangan Novel tersebut, masyarakat yang memiliki informasi keberadaan atau identitas dari kedua pelaku yang ada pada sketsa itu bisa segera menghubungi nomor 081398844474.

"Untuk itu Kami berharap dukungan, kerja sama serta bantuan dari masyarakat apalagi dengan kita buka hotline, kami ingin segera juga bagaimana bisa mengungkap kasus ini (Novel Baswedan)," tutur jenderal bintang dua itu.


[Gambas:Video CNN] (djm/djm)