Cerita Polisi Dapat Tawaran Paranormal Cari Penyerang Novel

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Kamis, 30/11/2017 08:52 WIB
Cerita Polisi Dapat Tawaran Paranormal Cari Penyerang Novel Sejak polisi membuka layanan hotline, sudah ada lebih dari 400 penelpon. Namun belum ada informasi akurat mengenai pelaku penyerangan Novel Baswedan. (ANTARA FOTO/Monalisa).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya membuka layanan hotline yang bisa dihubungi masyarakat untuk memberikan informasi soal pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang hingga kini masih masih dicari.

Layanan hotline itu dikeluarkan usai polisi merilis secara resmi dua gambar sketsa wajah yang diduga sebagai pelaku penyerangan terhadap Novel. Kedua gambar terduga pelaku tersebut didapat dari keterangan saksi berinisial S dan SN.

Gambar sketsa pertama tampak seorang pria dengan rambut pendek dan kulit gelap. Sementara itu gambar sketsa kedua tampak seorang pria dengan rambut panjang dan kulit putih.


Untuk layanan hotline ini, masyarakat dapat menghubungi nomor 081398844474 untuk menyampaikan informasi mengenai kedua terduga pelaku sesuai sketsa tersebut. Namun sejak layanan dibuka pada Jumat (24/11) polisi belum mendapatkan informasi yang signifikan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengklaim, hingga kini sudah sekitar 400 orang yang menghubungi layanan telepon tersebut. Namun tidak satupun informasi akurat didapatkan.

"Jadi sampai sekarang pun kami juga belum mendapatkan berita yang signifikan. Dari kemarin rata-rata ada yang nelpon, setelah kami tanya dari mana terus (telponnya) mati," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (29/11).

Selain memberikan informasi, Argo mengaku, dari sekian banyak penelpon, ada yang menawarkan polisi agar menggunakan paranormal untuk mencari pelaku penyiraman Novel.

"Ada yang menawarkan paranormal juga. 'Apa perlu pak kita bantu dengan paranormal'. Tetapi setelah kami cek kembali dan menanyakan identitasnya, dia malah matikan telepon," tuturnya.

Sejauh ini, kata Argo, belum ada informasi akurat mengenai dua pelaku sebagaimana dua gambar sketsa. Argo mengatakan, pihaknya juga akan melindungi pemberi informasi melalui layanan tersebut.

"Tidak akan saya sampaikan siapa yang menghubungi, pasti kami lindungi," ucapnya. (osc/djm)