Jokowi Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Sabtu, 02/12/2017 16:37 WIB
Jokowi Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem Dampak Siklon Tropis Cempaka di Pacitan, Jawa Timur, berupa banjir. Presiden Jokowi meminta masyarakat untuk waspada dengan dampak cuaca ekstrem ini. (Foto: Dok. Pemprov Jawa Timur)
Jakarta, CNN Indonesia -- Cuaca ekstrem yang melanda Indonesia membuat Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk waspada. Sebab, dampaknya bersifat merusak. Meski begitu, kondisi kali ini belum dianggap masalah serius.

"Saya mengimbau kepada masyarakat karena memang cuacanya sangat ekstrem, jadi agar berhati-berhati meningkatkan kewaspadaan. Hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi. Semuanya hati-hati," kata Jokowi, di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (2/12).


Jokowi mengaku sudah memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, Badan SAR Nasional (Basarnas), kementerian terkait, dan pemerintah daerah untuk waspada serta cepat dan tanggap dalam menghadapi bencana.


Sejauh ini Jokowi menilai belum ada masalah signifikan yang berarti terkait cuaca ekstrem. Namun demikian, ia meminta semua pihak tetap awas mengingat periode cuaca ekstrem masih bisa lebih lama.

"Saya sudah perintahkan (pihak terkait) untuk membantu masyarakat, secepatnya. Sampai sekarang, belum ada masalah. Tapi, ini masih bulan Desember, nanti masih ada Januari," tutur dia.

Jokowi juga memastikan agar jalur logistik tidak terputus apabila ada bencana yang menimpa suatu daerah. "Dan juga terutama jalur-jalur logistik jangan sampai putus karena adanya bencana. Ini juga harus betul-betul diantisipasi dan diwaspadai," imbuhnya.


Beberapa daerah di Indonesia saat ini sudah mendapatkan dampak cuaca ekstrem berupa banjir, angin kencang, dan tanah longsor serta memakan korban jiwa hingga 20 orang. Siklon Tropis Cempaka menjadi penyebabnya.

Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pacitan sudah menyatakan status Siaga Darurat Bencana untuk dua pekan.

Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah mengingatkan adanya potensi bencana dari badai selanjutnya, Siklon Tropis Dahlia. Namun, siklon ini diprediksi tidak lebih merusak daripada Cempaka. Namun demikian, puncak musim hujan diperkirakan masih akan berlangsung pada Januari-Februari 2018.

(arh/asa)