Dari hasil penyelidikan sementara, pabrik pembuat PCC di Semarang dan Solo mampu membuat sedikitnya 2 juta butir pil setiap hari dengan bahan baku Paracetamol, Caffeine dan Carisoprodol yang sebagian didapat dari India dan Cina.
"Bahan ini kan jelas lho. Saya lagi-lagi mengingatkan kalau kementerian atau lembaga yang punya wewenang mengawasi masuknya obat atau bahan baku obat harus tanggung jawab. Jangan hanya bicara kewenangan, takut kewenangannya hilang tapi ketidakmampuannya membuat orang keracunan,” ujar Budi saat gelar perkara di lokasi pabrik pil PCC di Semarang, Senin (4/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang menyatakan bahwa pihaknya sudah mencabut izin produksi dan edar pil PCC sejak 2013 karena kerap disalahgunakan kalangan remaja hingga hilang kesadaran.
Isu ini menjadi sorotan setelah petugas mengamankan 11 orang yang terdiri dari 9 karyawan dan 2 pemilik usaha pil PCC dengan nama Joni dan Ronggo pada Minggu. (has)