Jupan mengatakan dalam kajian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), diperkirakan curah hujan tinggi akan terus terjadi di Jakarta hingga Januari mendatang.
"Berdasarkan kajian BMKG kemarin, bahwasanya puncak curah hujan itu terjadi pada minggu pertama atau kedua di bulan Januari," ujar Jupan di Balai Kota, Jakarta, Kamis (7/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jupan pun menyampaikan prediksi terkait potensi terjadinya longsor akibat curah hujan tinggi itu. Sedikitnya ada 10 titik rawan longsor yang berada di Jakarta.
Diperkirakan 10 titik itu menyebar di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, yakni delapan titik di Jakarta Selatan, dan dua titik di Jakarta Timur.
Untuk mengantisipasi bencana akibat curah hujan yang tinggi tersebut, BPBD kata Jupan akan terus memberikan informasi kepada masyarakat dengan tujuan mengurangi risiko bencana yang tidak diinginkan.
"Kami sudah sampaikan ke wali kota dan camat bahwa akan ada (potensi) pergeseran tanah. Kami sendiri sudah siaga persiapkan semuanya,” ujar Jupan tanpa merinci persiapan yang ia katakan.
Curah hujan tinggi di ibu kota tak lepas dari pengaruh Siklon Tropis Cempaka yang menghampiri Pulau Jawa. Usai Siklon Cempaka reda, Siklon Dahlia diprediksi akan muncul.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya menyatakan telah mengantisipasi kemungkinan cuaca buruk sebagai akibat dari siklon tersebut.
Hal itu diutarakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menghadiri rapat koordinasi di kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu (29/11).
"Kalau Jakarta singkat saja, kami menyampaikan bahwa Jakarta memulai operasi siaga ibu kota," ucap Anies. (wis/kid)