Ical Prediksi 6 Tokoh Bertarung Rebut Posisi Ketua Golkar

Abi Sarwanto , CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 23:05 WIB
Ical Prediksi 6 Tokoh Bertarung Rebut Posisi Ketua Golkar Ketua Dewan Pembina Golkar, Aburizal Bakrie mengingatkan siapapun yang menjadi Ketua Golkar harus mengakomodasi semua kelompok di kepengurusan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical menyebut ada enam nama calon ketua umum yang bakal bertarung di musyawarah nasional luar biasa (munaslub) partai beringin untuk menggantikan Setya Novanto.

Keenam calon itu adalah Airlangga Hartarto, Aziz Syamsuddin, Idrus Marham, Priyo Budi Santoso, Wisnu Suwardhono, dan Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto.

"Yang datang sama saya, Airlangga, Pak Idrus, Aziz, Priyo Budi Santoso, Wisnu Suwardhono, dan kemudian kalau Mbak Titiek kebetulan ketemu dan kita bicara sedikit," kata Ical usai menerima perwakilan pengurus DPD Golkar tingkat provinsi di rumahnya, Jakarta, Kamis (7/12) malam.

"Dan itu ada enam paling tidak yang sudah menyatakan akan maju sebagai calon ketua umum," ujarnya.

Ical mengatakan, dirinya sudah menyampaikan kepada semua calon bahwa tidak ada winner takes all. Dalam arti lain, siapapun yang menang tidak hanya mengakomodasi kubu tertentu untuk masuk kepengurusan.

"Jadi harus semua masuk, semua calon-calon yang ada mesti dimasukkan juga sehingga Golkar akhirnya bersatu. Tidak ada lagi kubu-kubuan dalam partai Golkar, semua menyatakan kepada saya sepakat untuk itu," ujarnya.

Menurut Ical, komunikasi antara dirinya dengan keenam calon tersebut sama. Tidak ada yang dominan.

Artinya, kata Ical, mereka berkomunikasi dengan bertemu, melalui pesan singkat maupun sambungan telepon.

"Pada dasarnya mereka semua bersahabat, tidak ada yang menjadikan munas ini sebagai ajang permusuhan," katanya.

Terkait posisi Ketua DPR, Ical mengklaim belum ada pembicaraan soal itu. Dia menilai pemilihan Ketua DPR merupakan hak dari ketua umum bersama Dewan Pembina nantinya.

Lebih lanjut, Ical menegaskan bahwa munaslub mendatang harus menjadi munaslub persatuan, berapapun calon yang akan berkompetisi.

Itu pula, kata dia, yang menjadi harapan dari DPD I yang menemuinya. Para DPD I tak ingin munaslub justru menjadi ajang perpecahan baru Partai Golkar.

"Saya kira kalau ini kita capai, ini bisa kita dapat dalam munas mendatang maka partai golkar akan menjadi jauh lebih baik," ujarnya.

Ketua Forum Silaturahmi DPD Golkar se-Indonesia Ridwan Bae mengatakan, kedatangannya ke rumah Ical untuk mendapat arahan dan petunjuk terkait munaslub.

Kedatangannya bersama beberapa pengurus lain juga sudah direstui dalam forum pengurus DPD Golkar.

"Setelah dewan pembina ini kami akan menemui dewan pakar, dewan kehormatan dan tokoh-tokoh lainnya di Golkar," kata Ridwan.

Ridwan mengatakan, dalam pertemuan itu Ical menyampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan munaslub akan berlangsung aklamasi untuk menghasilkan ketenangan dan bisa dinikmati seluruh kader Golkar. (wis/osc)