Pernyataan sikap itu merupakan tanggapan atas sikap Presiden AS Donald Trump yang baru saja mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
“Bahwa kami mendesak pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan mendeportasi seluruh staf Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Indonesia,” demikian dikutip dari keterangan pers yang dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Jumat (8/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut PA 212, langkah Trump tersebut merupakan bentuk kesewenang-wenangan dan pembangkangan terhadap kesepakatan dan hukum internasional.
Lihat juga:Massa Aksi Bakar Poster Trump di Kedubes AS |
“Menunjukkan kepada dunia bahwa Amerika Serikat adalah negara adidaya yang dengan mudahnya dimanfaatkan oleh Israel sebagai boneka barbie,” kata Presidium Alumni 212.
PA 212 lalu menyerukan kepada seluruh ormas dan umat Islam Indonesia agar melakukan aksi protes di depan kantor Kedubes AS di Jakarta dan kantor Konsulat AS di Surabaya dan Medan. PA 212 ingin ada aksi protes secara serentak dan terus menerus sebagai bentuk solidaritas kepada Rakyat Palestina.
PA juga mendukung rencana pertemuan negara-negara anggota organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada 13 Desember mendatang di Turki yang rencananya juga akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. (wis)