Jenderal Gatot Yakin Marsekal Hadi Usut Kasus Heli AW 101

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Sabtu, 09/12/2017 18:20 WIB
Jenderal Gatot Yakin Marsekal Hadi Usut Kasus Heli AW 101 Jenderal Gatot Nurmantyo yakin Marsekal Hadi Tjahjanto mengusut kasus dugaan korupsi helikopter AW 101. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan pengusutan kasus dugaan korupsi pembelian helikopter Augusta Westland (AW)-101 terus berlanjut di bawah kepemimpinan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Kasus tersebut sudah diketahui sejak Hadi masih menjabat kepala staf TNI Angkatan Udara.

“Yakinlah bahwa TNI selalu konsisten dan apa lagi dalam melaksanakan proses hukum. Karena negara kita negara hukum dan panglima tertinggi dari TNI adalah hukum. Pak Hadi pasti akan patuhi itu,” kata Gatot di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (9/12).

Gatot mengaku tidak menitipkan apa pun kepada Hadi mengenai kasus tersebut. Pasalnya ia dan Hadi secara bersama memproses kasus itu dan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).



“Pak Hadi kan sama-sama saya, dalam ambil keputusan sama-sama saya, dalam AW kan sama-sama. Jadi sudah sangat paham beliau,” kata Gatot.

KPK sebelumnya telah memeriksa secara langsung kondisi helikopter Augusta Westland (AW)-101 yang kini terparkir di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Pemeriksaan fisik tersebut merupakan rangkaian penyidikan dalam kasus dugaan korupsi dalam pembelian Heli AW-101 yang dilakukan TNI AU.


KPK sejauh ini sudah menetapkan Irfan sebagai tersangka. PT Diratama Jaya Mandiri diduga telah melakukan kontrak langsung dengan produsen heli AW-101 senilai Rp514 miliar. Namun, pada Februari 2016 setelah meneken kontrak dengan TNI AU, PT Diratama Jaya Mandiri menaikkan nilai jualnya menjadi Rp738 miliar.

Selain itu, Puspom TNI sudah menetapkan Wakil Gubernur Akademi Angkatan Udara Marsekal Pertama Fachri Adamy sebagai tersangka, dalam kapasitasnya sebagai pejabat pembuat komitmen atau Kepala Staf Pengadaan TNI AU 2016-2017.

Tersangka lainnya ialah Letnan Kolonel TNI AU (Adm) berinisial WW selaku Pejabat Pemegang Kas, Pembantu Letnan Dua berinsial SS selaku staf Pekas, Kolonel FTS selaku Kepala Unit Layanan Pengadaan dan Marsekal Muda TNI SB selaku Asisten Perencana Kepala Staf Angkatan Udara. (pmg/pmg)