Indonesia Diminta Siapkan Aturan soal Bioterorisme

Patricia Diah Ayu Saraswati, CNN Indonesia | Sabtu, 11/11/2017 05:50 WIB
Indonesia Diminta Siapkan Aturan soal Bioterorisme Ilustrasi senjata biologis. (CNN Indonesia/Fajrian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Indonesia diminta menyiapkan aturan khusus untuk menghadapi ancaman bioterorisme yang kini mulai menjadi tren baru di kalangan ekstremis.

Mulai dari serangan penembakan hingga pengeboman, terorisme memang menjadi ancaman hampir di semua negara di dunia. Namun, bioterorisme kini dinilai mulai mencuat menjadi metode serangan baru.

Bioterorisme merupakan serangan terorisme yang memanfaatkan bakteri, virus, hingga wabah penyakit. Sasarannya bisa jadi manusia, hewan, atau tumbuhan. Akibatnya, stabilitas ketahanan nasional bisa terganggu.

Serangan bioterorisme dilaporkan terjadi pertama kali di Amerika Serikat pada 1984. Saat itu, sebuah sekte Buddha menyebarkan bakteri salmonella yang dimasukkan ke dalam makanan kepada jaksa, dokter dan dokter gigi untuk merebut kendali pemerintahan daerah.

Serangan kala itu tidak mendapat perhatian secara luas. Walau demikian tak ada korban jiwa, setidaknya ada sekitar 751 orang yang terdampak aksi teror itu.

Amerika Serikat telah membuat sebuah aturan yang disebut dengan Akta Keamanan Kesehatan Publik dan Kesiapan Respons Bioterorisme untuk mengantisipasi serangan semacam itu. Aturan itu ditandatangani oleh Presiden George W Bush pada 12 Juni 2002.
Sementara di Indonesia, menurut pengamat terorisme Ridlwan Habib, ancaman bioterorisme patut diwaspadai meski memang belum terlihat secara nyata.

"Karakter untuk mencari jenis serangan baru itu menjadi tren. Apalagi, setelah logistik teroris di berbagai dunia, terutama Timur Tengah, agak susah untuk menyiapkan bom dalam skala besar, jadi berpindah ke skala kecil yang mematikan," kata Ridlwan kepada CNNIndonesia.com, belum lama ini.

Ridwan menyoroti fakta bahwa pemerintah Indonesia hingga saat ini belum memiliki aturan khusus untuk mencegah dan menghadapi ancaman bioterorisme.

Dia berpendapat aturan tersebut mesti segera dibuat sebagai bentuk kewaspadaan dan kesiapan Indonesia dalam menghadapi ancaman tersebut.
"Ini (bioterorisme) memang harus segera diantisipasi, tentu kita tidak ingin itu terjadi, tapi kalau terjadi itu ready," ujarnya.

Bioterorisme belakangan telah disinggung oleh Presiden Joko Widodo yang berpendapat perkembangan teknologi perlu diwaspadai karena bisa saja disalahgunakan oleh teroris untuk melakukan serangan seperti demikian.
Presiden Jokowi memperingatkan bahaya bioterorisme.Presiden Jokowi memperingatkan bahaya bioterorisme. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jokowi kemudian mengimbau agar masalah kesehatan nasional perlu diselesaikan oleh seluruh kementerian/lembaga terkait dalam upaya menjaga ketahanan kesehatan nasional untuk menangkal bioterorisme di Indonesia.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pun mulai menyiapkan berbagai upaya untuk mencegah dan menghadapi ancaman bioterorisme di Indonesia.
Salah satu upayanya, TNI menyelanggarakan seminar bersama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan tema Ketahanan Kesehatan Global dalam Perspektif Pertahanan Negara.

Gatot mengatakan perkembangan teknologi  komunikasi, dan transportasi menyebabkan penyebaran wabah yang sengaja disebarkan sebagai serangan bioterorisme bisa dilakukan dengan cepat.
Panglima Jenderal Gatot menyebut Indonesia rentan serangan bioterorisme.Panglima Jenderal Gatot menyebut Indonesia rentan serangan bioterorisme. (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)
Tak hanya itu, posisi Indonesia yang diapit dua samudera dan dua benua dianggap Gatot menjadi sangat strategis untuk bisa dimanfaatkan dalam penyebaran wabah penyakit sebagai bentuk bioterorisme.

"Negara kita memang strategis secara ekonomi, tapi juga strategis untuk penyebaran penyakit. Indonesia menjadi sasarannya," ucap Gatot.
Meski pemerintah tampaknya mulai menunjukkan perhatian, Ridlwan mengatakan ancaman bioterorisme mesti ditangani secara teliti karena sulit dibedakan dengan penyakit biasa yang memang terjadi secara alami.

"Secara motif harus hati-hati, apa wabah ini benar-benar di-set up teroris, apa wabah ini benar-benar asli wabah yang datang secara natural," ujarnya.

"Harus hati-hati jangan salah juga, tiba-tiba menuduh satu jenis penyakit sebagai bagian dari serangan teroris.”
Ridwan pun berpendapat pemerintah perlu membuat sebuah satuan tugas khusus yang berperan untuk menangkal bioterorisme di Indonesia.

"Supaya ketika itu benar ada serangan, tidak canggung, tidak ragu melakukan penangkalan," kata Ridwan.


(aal)