PKS Siapkan Aksi Boikot untuk Lawan Pemerintah AS

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Minggu, 10/12/2017 10:43 WIB
PKS Siapkan Aksi Boikot untuk Lawan Pemerintah AS Seruan boikot untuk melawan pemerintah Amerika Serikat sebagai bentuk protes atas keputusan Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel mengemuka dalam aksi unjuk rasa di depan Kedubes AS di Jakarta. ((CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat, di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu (10/12). Selain protes, PKS menyiapkan boikot sebagai tindak lanjut aksi mereka.

Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan aksi boikot sebagai bentuk protes mereka yang berikutnya.

"Boikot produk-produk AS itu salah satu alternatif yang kami pikirkan," kata Sohibul di tengah unjuk rasa di depan Kedubes AS.


Sohibul menekankan apabila tuntutan mereka tak didengar sama sekali oleh pemerintah AS, boikot akan mereka lancarkan. Sebaliknya, aksi boikot urung terjadi apabila Donald Trump mencabut klaim sepihaknya soal Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Sohibul meyakini rencana boikot produk AS nanti bisa diikuti banyak pihak. Alasannya, ia yakin mayoritas orang di dunia tak setuju dengan keputusan Trump.

Ia juga tak menutup kemungkinan rencana boikot akan mengajak pemerintah. "Kita ketuk hati semua orang."

[Gambas:Video CNN]

Sohibul Iman bersama kader PKS berkumpul di depan Kedubes AS untuk memprotes keputusan Presiden Donald Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel. Mereka setuju bahwa keputusan Trump tersebut menyalahi kesepakatan internasional dan mengancam nasib Palestina.

Unjuk rasa ditargetkan diikuti oleh 100.000 peserta yang tak hanya diikuti oleh kader PKS se-Jabodetabek, tapi juga oleh beberapa organisasi Islam lain seperti Persatuan Umat Islam (PUI) dan Komisi Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP).

Aksi ini berlangsung sejak pukul 08.00 WIB. Ia dijadwalkan berakhir pada pukul 13.00 WIB.

[Gambas:Video CNN] (nat/nat)