Mewabah di Banten, Difteri Renggut 9 Nyawa

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 12/12/2017 13:39 WIB
Mewabah di Banten, Difteri Renggut 9 Nyawa Ilustrasi vaksinasi difteri. (ANTARA FOTO/Asep/Fathulrahman).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wabah difteri turut menyerang sedikitnya delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten. Tercatat, ada 81 kasus dengan korban jiwa sembilan warga.

"Sembilan orang meninggal," kata Rostina, Kepala Seksi Surveilans Imunisasi dan Krisis Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Selasa (12/12/2017).

Berdasarkan data yang dihimpun, rincian kasus difteri di wilayah ini antara lain, Kabupaten Tangerang dengan 27 kasus, empat orang meninggal dunia; Kabupaten Serang 14 kasus, dengan dua orang meninggal; Kota Tangerang 14 kasus; dan Kota Serang delapan kasus dengan satu orang meninggal.


Kemudian, Kota Tangerang Selatan dengan empat kasus; Kabupaten Pandeglang 10 kasus, dengan satu orang meninggal; Kota Cilegon satu kasus; dan Kabupaten Lebak tiga kasus dengan satu orang meninggal.

Rostina berharap, akhir Desember ini pemberian vaksin difetri dapat segera diselesaikan pemerintah. Sebanyak 3.050.980 vaksin difteri akan diberikan Pemprov Banten ke masyarakat melalui program Outbreak Response Immunization (ORI).

Pemberian vaksin itu dilakukan secara serentak di lima kabupaten dan kota di Banten, mulai dari posyandu, puskesmas, hingga tingkat sekolah.

"Kami berharap di akhir Desember selesai (vaksinasi) satu putaran di Banten," ujar Rostina.


Sementara vaksinasi difteri di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, telah diberikan sejak Sabtu, 9 Desember 2017 lalu. Pemberian vaksin difteri di Kragilan karena dua orang berusia 15 dan 16 tahun terdeteksi terinveksi difetri.

Pemberian vaksi difteri ini juga untuk mencegah penularan. Diketahui, penularan difteri tergolong mudah.

"Mulai hari ini tenaga Puskesmas, kader, kepala sampai OB (office boy) sudah divaksinasi," kata Elisabeth, Kepala Puskesmas Kragilan.


Sedangkan di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, telah dilakukan vaksinasi DPT sejak bulan November 2017 lalu. Pertama kali yang diberikan imunisasi adalah pegawai puskesmas.

"Kami akan upayakan seluruh masyarakat agar ikut vaksinasi, untuk penegahan penyakit difteri," kata Siti Kuriah, Kepala Puskesmas Tanara menambahkan. (yan/osc)