Cuit soal Ustaz Abdul Somad, Anggota DPD Bali Diadukan ke BK

S. Yugo Hindarto & Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Selasa, 12/12/2017 17:24 WIB
Cuit soal Ustaz Abdul Somad, Anggota DPD Bali Diadukan ke BK Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy melaporkan anggota DPD asal Bali Arya Wedakarna ke BK DPD karena didnilai telah memprovokasi warga Bali. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Bali, Arya Wedakarna diadukan oleh anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy ke Badan Kehormatan (BK) DPD karena dinilai memprovokasi warga.

Arya mengunggah cuitan yang dinilai Lukman bernada provokasi melalui media sosial terkait kedatangan Ustaz Abdul Somad di Bali.

Akibat cuitan provokasi itu, Ustaz Somad yang hendak berceramah, ditolak sejumlah anggota Ormas di Bali.


"Hari ini kami masukkan laporan ke BK DPD tentang persekusi yang dilakukan oleh anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna terhadap Ustaz Abdul Somad," kata Lukman di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/12).
Lewat media sosial, Arya dianggap telah memprovokasi warga Bali untuk menolak Ustaz Somad karena dianggap anti-Pancasila.

Dalam fanpage Facebook, Arya juga mengunggah status, "Siapapun boleh datang ke Bali, Pulau Seribu Pura, bahkan Raja Arab Saudi saja tidak masalah datang ke Bali untuk berlibur asal tanpa agenda politik terselubung. Tapi tentu Bali menolak jika ada oknum siapapun yang datang ke Pulau Dewata dengan agenda anti Pancasila. Ngiring kawal NKRI dan Tolak Agenda Khilafah tersosialisasi di Bali."

Lukman menjelaskan, laporan terhadap Arya itu dilakukan karena cuitan Arya berpotensi menimbulkan konflik yang mengarah perpecahan suku, agama, ras dan antargolongan menjelang Pemilu 2019.
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa ini juga mengatakan, laporan itu untuk menjaga nama baik DPD. 

Selain itu, Lukman mengatakan, pengaduan terhadap Arya itu juga tidak lepas dari kedekatan dengan Ustaz Somad, karena Lukman dan Somad sama-sama berasal dari Riau.

Kata Lukman, Ustaz Somad merupakan ulama yang dihormati di Riau yang merupakan daerah pemilihannya.

"Saya melihat bahwa kasus Ustaz Abdul Somad di Bali itu sangat mengganggu masyarakat yang ada di Riau. Karena Ustaz Somad ini panutan, tokoh ulama dari Riau, dan sekarang menjadi idola di Provinsi Riau," ujarnya.

Laporan Lukman diterima kepala Bagian Sekretariat BK DPD, Deny Suwandani.

Ustad Somad ditolak sejumlah anggota Ormas saat akan berceramah di Denpasar, Bali, Jumat (8/12). Massa mendatangi hotel Somad dan meminta agar tidak memecah belah bangsa.
Menanggapi aduan itu, Arya menyatakan siap untuk menghadapi aduan Lukman Edy. Menurutnya, dia tidak bermaksud untuk memprovokasi warga lewat kicauannya di media sosial. 

"Saya menghormati, dan akan menghadapinya. Saya akan jelaskan semuanya. Sampai saat ini saya belum mendapatkan surat dari BK," kata Arya saat dihubungi CNN Indonesia.com.

Arya juga menegaskan, dia tidak memiliki kaitan dengan Ormas-Ormas yang menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad. Kicauannya di media sosial, kata dia, juga tidak menyebut nama Abdul Somad.

"Saya justru ingin menjaga kedamaian di Bali, karena sebelum saya sejumlah Ormas telah menyatakan penolakan, makanya saya ingin mengingatkan masyarakat agar menjaga perdamaian," kata dia, "Saya heran mengapa saya yang dilaporkan." (ugo)