Ditanya Hakim, Setnov Lebih Banyak Bergumam

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Rabu, 13/12/2017 11:37 WIB
Ditanya Hakim, Setnov Lebih Banyak Bergumam Majelis Hakim beberapa kali menanyakan kepada Setnov perihal identitas diri. Sesekali dijawab, selebihnya Setnov memilih bergumam ketimbang menjawab. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta menanyakan sejumlah pertanyaan kepada Ketua DPR nonaktif Setya Novanto dalam sidang perdana dugaan korupsi proyek e-KTP. Salah satu pertanyaan yang dilontarkan seputar identitas diri Setnov.

"Saya tanya identitas dulu. Nama lengkap saudara benar Setya Novanto?" ujar Ketua Majelis Hakim Yanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/12).

Setnov menjawab pertanyaan hakim, "Iya yang yang mulia." Namun, saat ditanya kembali, Setnov malah bergumam.


"Tempat lahir di Bandung?" tanya Yanto yang dijawab dengan gumam oleh Setnov.

"Jawa timur ya?" ujar Yanto yang dijawab Setnov dengan bergumam.

Yanto pun menegaskan kembali soal tempat dan tanggal lahir yang cuma dijawab Setnov dengan anggukan kepala saja.

Yanto kemudian menanyakan tempat tinggal Setnov yang dijawab dengan bergumam. Sementara ketika ditanya soal agamanya, Setnov malah batuk.

Soal pekerjaan sebagai Ketua DPR ketika ditanya hakim, Setnov justru terdiam.

Melihat kondisi ini, Yanto kemudian menegaskan kalau Setnov yang duduk di kursi terdakwa itu bisa mengangguk. "Saya liat terdakwa bisa mantuk (mengangguk) tadi," kata dia.

Setnov tiba-tiba bisa berbicara dan menjelaskan soal kondisinya. Setnov mengaku sudah beberapa hari terakhir sakit.

"Saya sudah 4-5 hari ini sakit. Saya minta obat enggak dikasih sama dokter," ujar bekas Ketua Fraksi Partai Golkar itu.

Hakim pun menanyakan kebenaran apa yang disampaikan Setnov itu kepada Jaksa. Jaksa membeberkan, kalau Setnov beberapa hari lalu sempat mengeluh batuk, tapi tadi pagi tiba-tiba mengeluh diare.

"Hari Jumat SN diperiksa dokter Sinta, keluahannya adalah batuk, bukan diare. Tadi pagi keluhannya puluhan kali diare, tapi dari laporan petugas rutan hanya dua kali," ujar Jaksa Irene.

Pernyataan Jaksa kemudian dibantah Setnov. "Tidak benar Yang Mulia," ujar Setnov.

Hakim Yanto tak ingin ini berlarut-larut. Dia pun menskors sidang dan meminta agar tim dokter KPK dan dokter pribadi Setnov untuk memeriksa ulang kondisi Setnov.

"Diperiksa ulang apakah terdakwa benar-benar sakit. Ada klinik. Ada ruangan dan tempat. Sidang akan kami skors. Silakan saudara kalau punya dokter silakan digabungkan saja," ujar Yanto.

(osc/djm)