Rapat Pleno Putuskan Airlangga Jadi Ketua Umum Golkar

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Rabu, 13/12/2017 23:51 WIB
Rapat Pleno Putuskan Airlangga Jadi Ketua Umum Golkar Rapat pleno memutuskan Ketua Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum Partai Golkar yang baru menggantikan Setya Novanto. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Rapat pleno memutuskan Ketua Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum Partai Golkar yang baru menggantikan Setya Novanto.

Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan berdasarkan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) terkait masalah hukum yang dihadapi Setya Novanto, jabatan Ketua Umum Golkar dinyatakan lowong.

"Maka rapat pleno memutuskan pergantian ketua umum dari Setya Novanto ke Airlangga Hartarto," kata Nurdin dalam konferensi pers di Aula Kantor DPP Golkar di Jakarta, Rabu (13/12) malam.

Nurdin melanjutkan, sesuai Pasal 14 ART, pengisian jabatan melalui rapat pleno dilaporkan dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) yang akan digelar pada 18 Desember 2017 mendatang.


"Setelah Rapimnas, tanggal 19-20 Desmber bertempat di Jakarta menggelar Munaslub untuk mengukuhkan ketua umum definitif," ucapnya.

Dalam rangka penyelenggaraan Munaslub DPP Golkar membentuk kepanitiaan yang diisi antara lain oleh, Penanggungjawab Munaslub Idrus Marham, Ketua Penyelenggara Nurdin Halid, Ketua SC Ibnu Munzir, dan Ketua OC Agus Gumiwang Kartasasmita.


Sebelumnya, Rapat Pleno DPP Partai Golkar sempat diskors untuk melakukan lobi terkait waktu dan tempat penyelenggaraan Munaslub. Sebelum skors, rapat pleno memastikan Golkar akan menyelenggarakan Munaslub.

"Untuk tanggal dan tempat diputuskan pengambilan keputusannya lewat proses penyederhanaan oleh koordinator bidang ada 7 ditambah dengan sekjen yang juga plt ketua umum, ketua harian dan bendahara umum," kata Ketua DPP Golkar Andi Sinulingga kepada wartawan di sela rapat pleno.

Ketujuh koordinator bidang (Korbid) itu ialah Ketua Korbid Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Roem Kono, Ketua Korbid Kajian Strategis Lodewijk, Ketua Korbid Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Eko Wiratmoko, Ketua Korbid Kepartaian Kahar Muzakir, serta Ketua Korbid Pemenangan Pemilu Nusron Wahid dan Ahmad Hidayat Mus.

Menurut Andi, ketujuh orang itu ditambah Idrus Marham selaku Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai, Ketua Harian Nurdin Halid dan Bendahara Umum Robert Kardinal akan memutuskan perdebatan soal waktu dan tempat dalam rapat pleno.

"Dari pada lama-lama, dibiarkan semua berpandangan, disederhanakan pengambilan keputusannya lebih kecil antara 10 orang itu," katanya.

Untuk waktu yang menjadi perdebatan sengit, kata Andi, ada dua pandangan yang meminta munaslub digelar pada Januari atau Desember. Sementara tempat disebut tidak terlalu diperdebatkan.

"Opsi yg diperdebatkan tentu tempat bisa di Jakarta, bisa di daerah tapi kemungkinan besar di Jakarta. Kalau itu engga akan banyak perdebatan. Hal yang kedua soal tanggal, apakah di bulan Desember ini ataukah di Januari," ucapnya. (lav/lav)


BACA JUGA