Menkumham Sebut Persoalan Narapidana dan Lapas Masih Jadi PR

Feri Agus, CNN Indonesia | Kamis, 21/12/2017 07:18 WIB
Menkumham Sebut Persoalan Narapidana dan Lapas Masih Jadi PR Sepanjang 2017 ini Kemenkumham dihadapkan sejumlah persoalan. Di antara persoalan itu, yang paling besar adalah permasalahan narapidana dan lapas. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan, sepanjang 2017 pihaknya dihadapkan pada sejumlah persoalan, mulai dari penyelesaian peraturan perundang-undangan hingga pelarian narapidana dari lembaga pemasyarakatan (lapas).

"Bahwa 2017, kita telah dihadapkan persoalan-persoalan, penyelesaian perundang-undangan, pelarian narapidana, ada kerusuhan, ada pelarian, ada banyak hal, di imigrasi juga," kata Yasonna dalam sambutan 'Refleksi Akhir Tahun 2017' di Graha Pengayoman Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Rabu (20/12).

Yasonna mengatakan, untuk meningkatkan kinerja kementeriannya pada tahun selanjutnya, pihaknya melakukan rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) besar-besaran. Ada sekitar 17.521 calon PNS yang akan bergabung, dengan 14.000 ditempatkan sebagai sipir untuk di rutan ataupun lapas.



"Kita selalu mengeluh kekurangan sipir lapas, kita selalu mengeluh kekurangan petugas Imigrasi, dan Pak MenPANRB meminta Presiden dan itu dikabulkan," tuturnya.

Yasonna meminta peristiwa pelarian narapidana atau kerusuhan hingga peredaran narkotika di lapas tak terulang di kemudian hari setelah ada penambahan sipir sebanyak 14.000 orang.

"Nah ke depan, kita sudah mendapat penambahan 14 ribu di dalamnya sipir lapas," tuturnya.


Menurut kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan harus memaksimalkan penerimaan 14.000 sipir yang akan ditempatkan di sejumlah wilayah Indonesia.

"Maka tantangan ke depan bagi Dirjen PAS untuk menyelesaikan persoalan yang sudah berulang, berakar," tutur Yasonna. (osc/pmg)