Dedi Mulyadi 'Goda' Parpol Pendukung Ridwan Kamil

Ramadhan Rizki Saputra, CNN Indonesia | Kamis, 21/12/2017 23:06 WIB
Dedi Mulyadi 'Goda' Parpol Pendukung Ridwan Kamil Perubahan peta politik jelang Pilgub Jabar 2018 masih bisa berubah, karena belum ada ada satu pun yang mendaftar ke KPUD Jawa Barat. (CNN Indonesia/Mundri Winanto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan, perubahan peta koalisi partai politik untuk Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018 masih bisa terjadi. Sebab, belum ada satupun pasangan kandidat Cagub/Cawagub Jabar yang resmi mendaftarkan diri ke KPUD Jabar.

Komunikasi pun tetap dilakukan kepada tiga parpol yang mendukung Walikota Bandung di PIlkada Jabar 2018, Ridwan Kamil, yakni PKB, PPP, dan Partai NasDem, untuk melihat kemungkinan koalisi baru.

"Saya komunikasi dengan siapapun. Para ketua partai juga. Tadi pagi-pagi saya telepon dengan Ketua Umum PKB, Nasdem, PPP. Saya masih melakukan komunikasi dengan baik," ungkap dia, usai mengisi diskusi di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (21/12).


Menurutnya, hal itu wajar dilakukan mengingat belum ada satupun kandidat yang secara resmi mendaftarkan diri ke KPUD Jawa Barat sebagai pasangan bakal calon Gubernur/Wakil GUbernur Jabar.

"Kita kan Pilgub Jabar ini belum ada pasangan yang resmi mendeklarasikan diri. Ada yang men-declare, kan tapi berubah lagi. Jadi sangat terbuka untuk berbicara dengan siapapun," ujar dia, yang juga menjabat Bupati Purwakarta itu.

Saat ini, pihaknya fokus untuk melakukan komunikasi dan menjalin kesepakatan politik antarparpol sebagai mitra koalisi terlebih dulu. Jika kesepakatan politik sudah terjalin, barulah persoalan kandidat akan dibicarakan.

"Kita baru bicarain mitra koalisi. Kalau sudah terbentuk mitra koalisi, biarkan mereka yang menentukan orang (calon Gubernur/Wagub). Jadi jangan kita yang menentukan diri kita. Dari kelembagaan itu lalu menentukan orang," ucap Dedi.

Diketahui, dinamika politik jelang Pilgub Jabar 2018 mulai tampak sejak naiknya Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Ia kemudian mencabut dukungan pada Ridwan Kamil. Dengan mundurnya Golkar, Ridwan Kamil saat ini masih diusung PPP, PKB, dam NasDem.

Dari tiga parpol itu, Ridwan Kamil memiliki dukungan 21 kursi di DPRD. Jumlah tersebut memenuhi syarat dukungan minimal calon kepala daerah yang diusung partai, yakni 20 kursi. PPP memiliki kursi terbanyak di DPRD dengan jumlah 9, diikuti PKB 7 kursi dan Nasdem 5 kursi.

Setelah melepas Ridwan Kamil, Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan, Dedi menjadi prioritas utama untuk diusung menjadi cagub Jabar dari Partai Golkar.

(osc/arh)